JAKARTA,SENIN - Tingginya harga minyak mentah membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini.
IHSG secara keseluruhan pekan lalu turun 42,113 poin atau 1,75 persen menjadi 2.402,236 dibanding pekan sebelumnya. Sedang indeks Kompas100 melemah 2,11 persen pada 593,597. Serta indeks LQ 45 berkurang 2,52 persen ke posisi 505,633.
Pekan lalu indeks tertekan sentimen negatif akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 28,7 persen ditambah laju inflasi Mei yang menembus dua digit yakni 10,38 persen.
Harga minyak di New York Mercantile Exchange (Nymex) perdagangan Jumat (6/8) waktu setempat, melonjak nyaris 11 dollar AS ke posisi 138,54 dollar AS per barrel akibat ketegangan di timur Tengah serta melemahnya dollar AS. Sementara analis Morgan Stanley memprediksi harga emas hitam ini bisa menyentuh 150 dollar AS per barrel pada 4 Juli ini.
Membumbungnya harga minyak tersebutmembuat perdagangan saham di Wall Street, Jumat, kocar kacir. Indeks Dow Jones industrial average anjlok 394,64 poin (3,13 persen) menjadi 12,209.81, prosentase penurunan terendah sejak 27 Februari 2007 saat kelompok saham blue chip itu terpuruk 416,02 point (3,29 persen).
Sementara Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 43,37 poin (3,09 persen) menjadi 1.360,68. Serta indeks komposit Nasdaq merosot 75,38 poin (2,96 persen) pada 2.474,56. Juga merupajan penurunan prosentase terendah bagi kedua acuan itu sejak 5 Februari 2008.
Secara keseluruhan pada pekan lalu Dow anjlok 428,51 (3,39 persen), Standard & Poor's 500 turun 39,70 poin (2,83 persen) serta Nasdaq melemah 48,10 poin (1,91 persen).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang