SURABAYA - Peredaran sabu ternyata sudah sangat mengerikan. Wahyono alias Waliman (16), warga Desa Kltakan, Kecamatan Prigen, Pasuruan, siswa sebuah SMP di Prigen, ditangkap tim buser Direskoba Polda Jatim karena diduga kuat sebagai bandar sabu. Terbongkarnya jaringan ini berawal dari tertangkapnya Abdul Rohim alias Dul (30), warga Jalan Jagalan Gang 8 Surabaya, saat mengantar 1 plastik sabu kepada pelangganya di Jalan Dinoyo, Kamis (29/5) pukul 20.00.
“Dul mengaku dapat barang dari M Taufik, warga Jalan Jagalan yang kini menjadi DPO polisi,” ujar AKBP Firmansyah, Kepala Satserse I Ditreskoba Polda Jatim, Minggu (8/6). Diakui Dul, ia membeli sabu dari Taufik dengan harga Rp 1,4 juta. Meski sebenarnya Taufik membeli dari pengedar besar seharga Rp 1,1 juta. “Barang itu saya jual lagi ke pelanggan seharga Rp 1,5 juta,” ujar Dul.
Sebelum membekuk Dul, petugas lebih dulu meringkus jaringan sabu untuk wilayah Mojokerto. Pelaku yang dibekuk adalah Mudrohim alias Kucing (30), warga Sekantong Ngoro, Mojokerto, Rabu (28/5) pukul 20.00. Kucing ditangkap di Desa Barong, Prigen, seusai membeli sabu dari Waliman.
Dari pria yang sehari-hari berjualan bakso ini polisi mengamankan 1 gram sabu dan satu ponsel berisi SMS pesanan sabu. Kepada penyidik, tersangka mengaku membeli barang itu dari Waliman.
Berdasar pengakuan itu, polisi lalu menggerebek rumah Waliman. “Sebagai bandar, dia cukup rapi dalam bekerja. Saat kita gerebek di rumahnya, polisi tak berhasil mengamankan SS-nya. BB yang kita sita hanya ponsel dan uang Rp 232.000 hasil penjualan sabu,” ungkap Firmansyah.
Waliman diduga juga memasok sabu ke jaringan Mawarzi alias Jordan (29), asal Jalan Kauman, Bangil, yang disergap saat menunggu konsumen di alun-alun Pasuruan. Saat itu Jordan hendak menjual sabu seberat 0,5 gram. “Jaringan Prigen ini cukup luas, tapi mainnya masih skala kecil, di bawah 1 gram,” kata AKBP Firmansyah, mantan Wakil Kepala Polres Batu ini. tja
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang