BANTUL, SENIN - Sekitar 150 hektar lahan pertanian di Bantul mulai mengering. Bila tidak segera mendapat pasokan air, tanaman padi dan kedelai akan mati, sehingga petani pun gagal panen. Diperkirakan kekeringan akan terus meluas, terutama di sawah tadah hujan dan daerah dengan irigasi sederhana.
"Saat ini kekeringan baru melanda 74 hektar lahan padi berumur 40 hari di Argosari Sedayu, dan 76 hektar lahan kedelai berumur 50 hari di Seloharjo Pundong. Bila kedua daerah tersebut gagal panen, kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta lebih," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Edy Suharyanto di kantornya, Senin (9/6).
Dia memperkirakan kekeringan akan terjadi pada 2.067 hektar lahan sawah tadah hujan, dan 499 hektar lahan dengan irigasi sederhana. Itu sudah menjadi pola tahunan. "Saat ini kami tengah mengidentifikasi lokasi dan mencari sumber air terdekat. Kalau memang ada sumber air akan diusahakan dengan menyedot air dengan mesin pompa, " katanya.
Edy menambahkan, khusus untuk daerah pertanian di Desa Argosari seharusnya bisa dipenuhi dari saluran Van der Wick, yang mengalir dari arah Sleman. Sayangnya, karena air banyak dimanfaatkan untuk kolam ikan maka alirannya tidak sampai ke Sedayu. "Kondisi ini jelas merugikan petani. Yang menikmati air justru para pengusaha restoran dan pemancingan ikan," imbuhnya.
Berdasarkan data Dinas Pengairan Bantul, Sekitar 25 persen saluran irigasi di Bantul tergolong tidak layak. Akibatnya debit air yang mengalir tidak sesuai dengan harapan. Tahun ini Pemerintah Kabupaten Bantul menganggarkan Rp 37,9 miliar untuk perbaikan saluran.
"Tiap tahun kami selalu menganggarkan perbaikan fisik saluran. Namun sampai sekarang masih ada sekitar 25 persen saluran yang kondisinya tidak layak atau rusak. Kerusakan terjadi terutama di daerah-daerah tadah hujan, sehingga suplai air pun terhambat," kata Wartini, Kepala Seksi Pengolahan Data Kondisi Jaringan Dinas Pengairan Bantul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang