JAKARTA, SENIN - Apa yang diungkapkan dua petinggi PDI Perjuangan Pramono Anung (Sekjen) dan Tjahjo Kumolo (Ketua Fraksi dan Bappilu) yang akan me-recall Max Moein bila benar kasus pelecehan seksual, Desi Vidriyanti yang mengadukan kasus ini ke Badan Kehormatan (BK) DPR, mengaku puas. Secara khusus ia menyatakan terima kasihnya kepada PDI Perjuangan dalam hal ini. Desi yang dihubungi melalui telepon, Senin (9/6) sore, menyatakan siap bila BK DPR akan melimpahkan kasus ini ke Polisi. Berikut pernyataan Desi Vidriyanti.
Anda puas dengan sikap PDI Perjuangan atas sanksi yang akan diberikan kepada Max Moein setelah putusan BK DPR keluar?
Saya berterima kasih kepada PDIP. Sejauh ini kita menunggu perkembangan dari BK DPR. Terima kasih PDIP. Jujur, saya tidak senang, saya prihatin. Saya disini kan tidak ingin menzalimi seseorang, saya hanya mencari keadilan, saya tidak mau terulang atas kejadian yang saya alami ini. Apa yang saya alami ini, memang benar-benar terjadi.
Saya tegaskan lagi, Anda senang Max Moein bila nanti resmi direcall?
Saya prihatin, dan tidak bisa bilang apa-apa. Saya sama sekali tidak berpikir akan seperti ini, saya hanya bisa sempat kaget saja. Sekarang saya baru tahu. Jujur, secara pribadi saya tidak menginginkan bapak (Max Moein) sampai direcall dari DPR, tidak sama sekali.
Apa Anda tetap menginginkan Max Moein diajukan ke Polisi?
Itu semua saya serahkan oleh BK DPR. Saya hanya ingin keadilan kalau saya sama sekali tidak pernah melakukan apa yang selama ini dituduhkan bapak (Max Moein) kepada saya hanya ingin mengklarifikasi. Saya selama ini dikukung dengan fitnahan dan cemoohan. Saya hanya bilang, saya tidak mencuri, saya tidak melakukan apapun dan saya perlu memulihkan nama baik saya, terutama di lingkungan sekjen DPR yang membuat saya sempat shock sekali.
Jadi, Anda siap kalau kasus ini sampai dilimpahkan BK DPR ke Polisi?
Saya siap kalau memang rekomendasi BK DPR akan seperti itu. Sebagai wanita yang punya perasaan, saya prihatin kalau memang bapak sampai direcall dari DPR. Sampai sekarang, saya masih tetap menghormati bapak. Apapun keputusannya PDIP sudah lebih dulu tahu dan saya hanya bisa menghormatinya saja. Setidaknya PDIP percaya dengan apa yang saya alami itu. (Persda Network/yat)