Desi: Terima Kasih PDIP

Kompas.com - 09/06/2008, 21:24 WIB

JAKARTA, SENIN - Apa yang diungkapkan dua petinggi PDI Perjuangan Pramono Anung (Sekjen) dan Tjahjo Kumolo (Ketua Fraksi dan Bappilu) yang akan me-recall Max Moein bila benar kasus pelecehan seksual, Desi Vidriyanti yang mengadukan kasus ini ke Badan Kehormatan (BK) DPR, mengaku puas. Secara khusus ia menyatakan terima kasihnya kepada PDI Perjuangan dalam hal ini. Desi yang dihubungi melalui telepon, Senin (9/6) sore, menyatakan siap bila BK DPR akan melimpahkan kasus ini ke Polisi. Berikut pernyataan Desi Vidriyanti.

Anda puas dengan sikap PDI Perjuangan atas sanksi yang akan diberikan kepada Max Moein setelah putusan BK DPR keluar?
Saya berterima kasih kepada PDIP. Sejauh ini kita menunggu perkembangan dari BK DPR. Terima kasih PDIP. Jujur, saya tidak senang, saya prihatin. Saya disini kan tidak ingin menzalimi seseorang, saya hanya mencari keadilan, saya tidak mau terulang atas kejadian yang saya alami ini. Apa yang saya alami ini, memang benar-benar terjadi.

Saya tegaskan lagi, Anda senang Max Moein bila nanti resmi direcall?
Saya prihatin, dan tidak bisa bilang apa-apa. Saya sama sekali tidak berpikir akan seperti ini, saya hanya bisa sempat kaget saja. Sekarang saya baru tahu. Jujur, secara pribadi saya tidak menginginkan bapak (Max Moein) sampai direcall dari DPR, tidak sama sekali.

Apa Anda tetap menginginkan Max Moein diajukan ke Polisi?
Itu semua saya serahkan oleh BK DPR.  Saya hanya ingin keadilan kalau saya sama sekali tidak pernah melakukan apa yang selama ini dituduhkan bapak (Max Moein) kepada saya hanya ingin mengklarifikasi. Saya selama ini dikukung dengan fitnahan dan cemoohan. Saya hanya bilang, saya tidak mencuri, saya tidak melakukan apapun dan saya perlu memulihkan nama baik saya, terutama di lingkungan sekjen DPR yang membuat saya sempat shock sekali. 

Jadi, Anda siap kalau kasus ini sampai dilimpahkan BK DPR ke Polisi?
Saya siap kalau memang rekomendasi BK DPR akan seperti itu. Sebagai wanita yang punya perasaan, saya prihatin kalau memang bapak sampai direcall dari DPR. Sampai sekarang, saya masih tetap menghormati bapak. Apapun keputusannya PDIP sudah lebih dulu tahu dan saya hanya bisa menghormatinya saja. Setidaknya PDIP percaya dengan apa yang saya alami itu. (Persda Network/yat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau