Houllier: Italia tak akan Juara Euro 2008

Kompas.com - 10/06/2008, 01:37 WIB

BERNE, SENIN - Pelatih asal Prancis, Gerard Houllier menilai, Italia tak akan mampu mengulang sukses Prancis yang menjuarai Piala Dunia 1998 kemudian disusul juara Piala Eropa 2000. Bahkan, Italia cukup beruntung kala juara Piala Dunia 2006t lalu.

Italia berada dalam satu kelompok dengan Prancis di Grup C. Selain itu, masih ada Belanda dan Rumania. Saat juara Piala Dunia 2006, Italia mengalahkan Prancis di final lewat adu penalti. Namun, sebelumnya di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, Italia menjadi korban kedigdayaan Prancis. Sebab itu, rivalitas Prancis dan Italia memang semakin sengit.

"Apakah Italia akan menyamai rekor Prancis yang mampu menjuarai Piala Dunia (1998) kemudian diikuti gellar Piala Eropa (2000)? Saya yakin tidak akan," tulis mantan pelatih Liverpool dan Olympique Lyonnais itu di The Times.

"Ini pertandingan internasional yang paling kompetitif dan saya kira timnya Roberto Donadoni akan kesulitan menghadapi kompetisi ketat tersebut," tambahnya.

Houllier menganalisis, cederanya kapten Fabio Cannavaro merupakan pukulan berat yang sangat mengurangi kekuatan Italia. Di sisi lain, Milan memiliki duet gelandang terbaik di dunia, yakni Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso. Namun, kedua pemain itu sudah mulai menurun dan bakal kelelahan, setelah menjalani musim yang memang melelahkan.

Dia menambahkan, Grup C adalah grup neraka yang akan sangat melelahkan pula. "Pertarungan di Grup C akan sangat keras. Kalaupun Italia lolos dari grup, mereka mungkin akan bertemu kembali dengan Prancis di semifinal. Sulit buat  Italia untuk juara. Menurut saya, Jerman justru lebih berpeluang, karena jalannya lebih lempang," jelasnya.

Menurut Houllier, karena itu Italia akan kesulitan juara. Mereka tidak akan mendapatkan keberuntungan yang sama seperti dua tahun lalu di Piala Dunia.

"Italia akan lolos dari kualifikasi grup, nsaya yakin itu. Tapi, mereka tak akan juara Piala Eropa. Saya melihat penampilan Italia di Piala Dunia 2006. Mereka beruntung bisa mengalahkan Australia, kemudian menghadapi lawan mudah lawan Ukraina di perempat final. Permainan mereka baru bagus saat mengalahkan Jerman di semifinal. Tapi, secara keseluruhan, kesuksesan mereka lebih karena kuatnya lini belakang," katanya.

"Tim yang akan juara di Euro 2008 adalah mereka yang punya striker-striker tajam. Spanyol ppunya Fernando Torres dan Prancis punya Karim Benzema. Saya kira, mereka paling berpeluang juara," ujarnya.

"Italia? OK, mereka punya Luca Toni yang bermain gemilang bersama Bayern Muenchen. Saya juga suka dengan Antonio Di Natale yang bagus bersama Udinese. Tapi, menurut saya, kemampuan mereka belum cukup kuat untuk membawa Italia juara," tambahnya. (HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau