BERNE, SENIN - Pelatih asal Prancis, Gerard Houllier menilai, Italia tak akan mampu mengulang sukses Prancis yang menjuarai Piala Dunia 1998 kemudian disusul juara Piala Eropa 2000. Bahkan, Italia cukup beruntung kala juara Piala Dunia 2006t lalu.
Italia berada dalam satu kelompok dengan Prancis di Grup C. Selain itu, masih ada Belanda dan Rumania. Saat juara Piala Dunia 2006, Italia mengalahkan Prancis di final lewat adu penalti. Namun, sebelumnya di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, Italia menjadi korban kedigdayaan Prancis. Sebab itu, rivalitas Prancis dan Italia memang semakin sengit.
"Apakah Italia akan menyamai rekor Prancis yang mampu menjuarai Piala Dunia (1998) kemudian diikuti gellar Piala Eropa (2000)? Saya yakin tidak akan," tulis mantan pelatih Liverpool dan Olympique Lyonnais itu di The Times.
"Ini pertandingan internasional yang paling kompetitif dan saya kira timnya Roberto Donadoni akan kesulitan menghadapi kompetisi ketat tersebut," tambahnya.
Houllier menganalisis, cederanya kapten Fabio Cannavaro merupakan pukulan berat yang sangat mengurangi kekuatan Italia. Di sisi lain, Milan memiliki duet gelandang terbaik di dunia, yakni Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso. Namun, kedua pemain itu sudah mulai menurun dan bakal kelelahan, setelah menjalani musim yang memang melelahkan.
Dia menambahkan, Grup C adalah grup neraka yang akan sangat melelahkan pula. "Pertarungan di Grup C akan sangat keras. Kalaupun Italia lolos dari grup, mereka mungkin akan bertemu kembali dengan Prancis di semifinal. Sulit buat Italia untuk juara. Menurut saya, Jerman justru lebih berpeluang, karena jalannya lebih lempang," jelasnya.
Menurut Houllier, karena itu Italia akan kesulitan juara. Mereka tidak akan mendapatkan keberuntungan yang sama seperti dua tahun lalu di Piala Dunia.
"Italia akan lolos dari kualifikasi grup, nsaya yakin itu. Tapi, mereka tak akan juara Piala Eropa. Saya melihat penampilan Italia di Piala Dunia 2006. Mereka beruntung bisa mengalahkan Australia, kemudian menghadapi lawan mudah lawan Ukraina di perempat final. Permainan mereka baru bagus saat mengalahkan Jerman di semifinal. Tapi, secara keseluruhan, kesuksesan mereka lebih karena kuatnya lini belakang," katanya.
"Tim yang akan juara di Euro 2008 adalah mereka yang punya striker-striker tajam. Spanyol ppunya Fernando Torres dan Prancis punya Karim Benzema. Saya kira, mereka paling berpeluang juara," ujarnya.
"Italia? OK, mereka punya Luca Toni yang bermain gemilang bersama Bayern Muenchen. Saya juga suka dengan Antonio Di Natale yang bagus bersama Udinese. Tapi, menurut saya, kemampuan mereka belum cukup kuat untuk membawa Italia juara," tambahnya. (HPR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang