BPOM "Buru" 54 Jamu Berbahaya

Kompas.com - 10/06/2008, 12:15 WIB

JAKARTA, SELASA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik 54 merek obat tradisional dari peredaran yang terdiri dari obat kuat, pegal linu, asam urat, dan pelangsing tubuh. Semua obat ini terbukti memiliki kandungan bahan kimia berbahaya.

"Kami sudah mulai melakukan penarikan dan pemusnahan sejak tahun 2007 hingga sekarang," ujar Ketua BPOM dr Husniah Rubiana Thamrin saat menyampaikan public warning soal obat tradisonal yang mengandung bahan kimia obat (BKO) di Jakarta, Selasa (10/6).

Ia mengatakan, obat tradisional yang sebagian besar diproduksi dari Cilacap banyak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, bahkan kematian. Sedikitnya ada sembilan bahan kimia berbahaya pada berbagai obat tersebut, antara lain Sildenafil sitrat yang biasa dipakai dalam obat kuat dan dapat menyebabkan sakit kepala hingga gangguan penglihatan bahkan kematian. Ada pula Metampiron yang biasa ditemukan pada obat asam urat, dapat menyebabkan gangguan darah, ginjal, dan kematian. "Bahan kimia dalam obat-obat tersebut dosisnya sangat besar. Pertama kali minum pasti rasanya cespleng, tapi efek sampingnya organ tubuh akan rusak berat," kata Husniah.

Menurut Husniah, dari 54 merek, 46 produk menggunakan nomor pendaftaran fiktif. Obat-obat tersebut banyak ditemukan di 15 kota besar, yaitu Yogyakarta, Banjarmasin, Medan, Mataram, Kendari, Lampung, Banda Aceh, Pontianak, Pekanbaru, Kupang, Makassar, Bengkulu, Padang, Bandung dan Jakarta.

Kegiatan memproduksi dan atau mengedarkan obat tradisional yang mengandung BKO melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. (C5-08)

Daftar 54 Obat yang Ditarik dari Peredaran

1. Pacegin Kapsul Alami
2. Neo Gemuk Sehat merek: S.Munir
3. Ganoderma kapsul
4. Sela kapsul
5. Bima Kudra tablet
6. Ajib kapsul
7. Kamasutra kapsul
8. Asam Urat Flu Tulang Cap Unta
9. Akar Baru Kina Tablet
10. Ramuan Cina kapsul
11. Dasa Agung Dua serbuk
12. Sesak Nafas serbuk
13. Sari Bunga Segar Bugar serbuk
14. Jawa Dwipa cap daun Samiroto
15. Pria Dewa ocema kapsul
16. Golden Herbal kapsul
17. Obat Kuat dan Tahan Lama Ratu Madu Plus
18. Pegal Linu Asam Urat cap Burung Gelatik
19. Akar Sakti Asam Urat Flu Tulang Stroke
20. Asam Urat Pegal Linu Cikungunya
21. Asam Urat Flu Tulang Karisma Sehat
22. Sinar Manjur SMR serbuk
23. Runrat tablet
24. Ramuan Shinshe kapsul
24. Sehat Sentosa Gemuk Sehat serbuk
25. Serbuk Dewa
26. Sumber Sehat Perempuan serbuk
27. Sumber Sehat Ambein Sehat serbuk
28. Cakra Sehat Sesak Nafas serbuk
29. Serbuk Halus Asam Urat
30. Karisma Sehat Pria dan Wanita
31. Sumber Urip Pegal Linu
32. Serbuk Segar Asam
33. Super Abad 21 Asam Urat Flu tulang
34. Flu Tulang Pegal Linu Puspita Surya
35. Cap Sarang Lawet serbuk
36. Asam Urat Flu Tulang Akar Sewu
37. Asam Urat Flu Tulang Cakra Wijaya serbuk
38. 26 Sakit Pinggang kapsul
39. Serbuk Halus Asam Urat
40. Zestos kapsul
41. Sari Jagat Manjur Asam Urat kapsul
42. Sari Jagat Manjur Rematik kapsul
43. Dewa Ampuh Serbuk
44. Serbuk Asrema
45. Purba Sentosa Pegal Linu Rematik serbuk
46. Asam Urat Pegal Linu serbuk
47. Ramuan Manjur Pas Flu Tulang serbuk
48. Dua Putri Bayan Asam Urat kapsul
49. Fong Se Wan kapsul
50. Asam Urat Flu Tulang cap Onta Mas kapsul
51. Obat Kuat dan Tahan Lama Bulan Madu kapsul
52. Langsing Ayu Sing Ayu kapsul
53. Chuifong Toukuwan pil
54. Jaka Suna Gemuk Sehat serbuk

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau