Biang Penyebab Suhu Mesin Panas

Kompas.com - 10/06/2008, 13:24 WIB

 


JAKARTA, SELASA - Lagi asyik  merayap di kepadatan lalulintas mengendarai mobil, mendadak jarum indikator penunjuk suhu mesin naik. Cepat segera berhenti, jangan nekad jalan. Apalagi jalanan macet, segera menepi dan matikan mesin.

Sebab, bila dipaksakan tetap melaju, dapur pacu langsung mengalami overheating. Cirinya, suara mesin kasar, tarikan berat dan muncul gejala mesin ngelitik.Akibat panas berlebihan, kepala silinder bengkok, oli tercampur air dan sistem pelumasan terganggu sampai akhirnya piston macet.

Suhu mesin panas disebabkan beberapa faktor. Langkah pertama, buka tutup radiator, tapi tunggu sampai mesin dingin. sebab bila langsung akan terkena siraman air panas.  Perhatikan kondisi tiga komponen, yakni klep tekan, per dan klep vakum karena masing-masing punya tugas.

Seperti klep tekan dan per berfungsi menjaga tekanan ruang radiator konstan. Bila suhu mesin meningkat, temperatur air radiator akan naik. Karena tidak ada lubang pernapasan, makan desakan di dalam ruang pendingiin juga bertambah.

Kala tekanannya telah mencapai batas minimal kerja per, klep tekan akan membuka. Selanjutnya, uap radiator disalurkan ke reservoir. Tekanan kerjanya bisa dilihat pada tutup. Biasanya mulai terbuka pada tekanan 0,9 bar.

Jika klep tekan bagus, lihat pernya. Kalau macet akibat kerak, katup tekan tak mau terbuka meski desakan ruang pendingin meningkat melebihi tekanan per.Akibatnya temperatur mesin marangkak naik sampai overheating.

Setekah diperiksa, ternyata klep tekan bagus. Pindahkan perhatian ke katup vakum. Pada tutup radiator, klep ini bertugas ketika suhu mesin turun. Akibat perubahan temperatur tekanan ruang raadiator bergeser dari tinggi ke rendah. Sehingga ruang pendingin muncul isapan.

Saat itulah klep vakum terbuka. Jika macet, air dari tangki cadangan (reservoir) tidak akan mengisi radiator. Akibatnya, air di radiator cepat habis. Bila menemukan toko onderdil, cepat ganti baru.

Tutup radiator sudah diganti, ternyata suhu mesin masih tinggi. Lirik slang radiator. Mungkin ada kebocoran kecil akibat kondisi karet slang sudah mengeras karena usia pakai cukup tua. Ciri karet slang sudah kurang bagus, pada bagian tertentu mulai menggelembung. (By product OTOMOTIF)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau