Rizieq Ancam Tak Mau Diperiksa

Kompas.com - 10/06/2008, 17:59 WIB

 

JAKARTA, SELASA - Ketua FPI Habib Rizieq Shihab mengancam tak mau lagi diperiksa dan dimintakan keterangan oleh pihak kepolisian terkait insiden Monas, jika Gus Dur cs tak diperiksa. Hal itu diutarakan Rizieq kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/6).

"Saya tidak akan mau diperiksa sebelum Gus Dur cs diperiksa. Saya minta Gus Dur, Rizal Mallarangeng, Todung Mulya Lubis, Adnan Buyung Nasution dan semua anggota AKKBB wajib diperiksa. Saya tidak akan bersedia diperiksa lagi kalau Gus Dur cs tidak diperiksa," kata Rizieq.

Dalam surat pernyataan yang dibagikannya kepada wartawan, Rizieq menyatakan keberatan untuk memberikan keterangan tambahan, bahkan ia akan mencabut seluruh isi BAP yang telah ditandatanganinya.

Alasan yang diutarakan Rizieq diantaranya, karena ia menilai proses hukum yang dilakukan terhadap FPI tidak fair dan penahanan terhadap dirinya merupakan sebuah kezaliman.

Dikatakan Rizieq, selama ini ia telah berlaku koperatif dengan pihak kepolisian, dengan cara ikut mencari Munarman dan para tersangka lainnya serta membantu tugas polisi dengan meminta semua aktivis FPI agar tidak menghalangi polisi dalam menggeledah, memeriksa dan menangkap.

Diakhir surat pernyataan sebanyak 3 lembar itu, Rizieq menyatakan tak ada masalah dengan pihak kepolisian yang selama ini telah memperlakukannya dengan baik dan sopan. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau