SAMARINDA, SELASA - Guru besar sosiologi hukum Universitas Mulawarman, Sarosa Hamongpranoto, mengatakan, perolehan suara dalam Pilkada Kaltim yang tak sampai 30 persen cermin figur kandidat bukan pilihan rakyat. Apalagi, ada 737.246 atau 33 persen dari 2.255.409 orang pemilih yang tak mengikuti pemungutan suara.
Awang-Farid meraih (nomor 1) meraih 426.325 atau 28,9 persen suara sah. Berikutnya, Amins-Hadi (nomor 3) meraih 396.784 atau 26,9 persen. Selanjutnya, Jusuf Serang Kasim-Luther Kombong (nomor 4) meraih 371.229 atau 25,16 persen. Terakhir, Nusyirwan Ismail-Heru Bambang (nomor 2) meraih 280.949 atau 19,04 persen.
"Dengan perolehan suara yang tidak terlalu jauh, tidak ada figur yang dominan didukung rakyat," kata Sarosa, Selasa (10/6), di Samarinda.
Selain itu, kemenangan Awang dan Amins dinilai bukan prestasi mengagumkan. Sebabnya, Awang dan Amins sudah bersosialisasi dua tahun sebelum pemilihan. Lagipula, Awang ialah Bupati Kutai Timur dan Amins ialah Wali Kota Samarinda yang notabene sudah agak dikenal kalangan rakyat.
"Jusuf dan Nusyirwan tidak bisa berbuat banyak sebab baru muncul menjelang pemilihan," kata Sarosa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang