Toyota Bikin Mesin Diesel dan Hybrid di Thailand

Kompas.com - 11/06/2008, 12:07 WIB

TOKYO, RABU - Toyota Motor Corporation (TMC) mengumumkan kemarin (10/6) bahwa Siam Manufacturing Co Ltd (STM), sebagai basis produksi mesin TMC di Thailand, berencana akan membangun pabrik baru untuk memproduksi mesin diesel berkapasitas 150.000 unit. Pabrik ini direncanakan beroperasi mulai 2010.

Sebelum ini, STM sudah lebih dulu memproduksi dapur pacu diesel dengan kapasitas 200.000 unit per tahun untuk berbagai jenis kendaraan. Ternyata, menurut penjelasan Presiden STM Shigeru Murai, jumlah produksi 229.000 mesin tahun lalu dengan 72.000 unit yang diekspor ke 6 negara masih belum mencukupi.

Dengan berdirinya pabrik baru nanti, kapasitas produksi mesin diesel oleh STM bisa digenjot dari 200.000 menjadi 350.000 unit. Itu belum termasuk mesin bensin sehingga totalnya menjadi 600.000 unit per tahun.

Thailand (STM) menjadi proyek produksi global dan suplai untuk International Multi-purpose Vehicle (IMV) yang dimulai sejak 2004. Dan STM juga memenuhi mesin diesel untuk negara-negara yang memproduksi IMV, termasuk India dan beberapa negara ASEAN.

Selain itu, TMC juga mengumumkan, Toyota Motor Thailand akan memproduksi Camry bermesin hybrid mulai tahun depan. Langkah ini sebagai wujud prinsipil untuk mendukung popularitas kendaraan hybrid di dunia.

Target produksinya 9.000 unit per tahun. "Thailand menjadi negara pertama di ASEAN yang membangun Camry hybrid dan ternyata diterima oleh pemakai. Kami tidak menyangka kalau peminat tidak hanya kagum dengan produk, tapi mereka juga peduli dengan program lingkungan," sebut Mitsuhiro Sonoda, President Toyota Motor Thailand Co Ltd (TMT).

Sebagai catatan, Toyota sejak memperkenalkan kendaraan hybrid sejak 1997 melalui Toyota Prius sudah cukup banyak memasarkannya. Bahkan sampai 2010 ini ditargetkan terjual di atas 1 juta unit. SBT

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau