BI Awasi 13 BPR

Kompas.com - 11/06/2008, 15:55 WIB

BANDUNG,RABU - Sebanyak 13 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa dan Bali mendapat pengawasan Bank Indonesia karena kinerjanya dibawah standar. "BPR itu masuk dalam kelompok Dalam Pengawasan Khusus (DPK) Bank Indonesia, namun mereka masih diperbaiki untuk memperbaiki kinerjanya," kata Direktur Direktorat Kredit BPR dan UMKM Bank Indonesia, Ratna E Amiaty di sela-sela Seminar UMKM di Bandung, Rabu (11/6).
    
Tidak disebutkan nama-nama BPR yang dalam pengawasan BI itu, namun Ratna menyebutkan yang terbanyak di Jawa Barat. "BPR bermasalah itu terbanyak di Jabar, namun jumlahnya tak lebih dari jari di tangan kanan saya," kata Ratna.
    
BPR yang diawasi itu, kata Ratna diberi waktu enam bulan untuk memperbaiki kinerjanya terutama untuk mencapai standar CAR yang ideal serta perbaikan kinerja, termasuk penambahan modal oleh pemiliknya. Bila dalam waktu yang diberikan BI belum juga ada peningkatan kinerja, maka BPR itu terancam  dilikuidasi.

Ia mengatakan, BI tidak gegabah dalam melikuidasi BPR karena menyangkut nasabah dan dana masyarakat di sana. "Sebelum penindakkan BPR bermasalah itu dimasukan dulu ke-ICU untuk "diobati", bila tidak bisa ditolong maka langkah likuidasi tak bisa dihindarkan," kata Ratna.

Sebagian besar penyebab BPR berkinerja buruk karena tidak adanya jiwa seorang banker dalam pengelolaan bank itu sehingga manajement bank tidak terkontrol sebagaimana layaknya perusahaan perbankan.

Upaya peningkatan kinerja juga dilakukan untuk BPR-BPR milik Pemda Kabupaten/Kota untuk memperkuat posisi mereka. "Pergantian tapuk pimpinan daerah sangat berpengaruh bagi kinerja BPR milik Pemda, namun mereka diarahkan untuk melakukan merger dan terbukti effektif meningkatkan kinerja mereka," katanya.
   
Jumlah BPR di Indonesia saat ini sebanyak 1.830 unit. Ratna menyebutkan dalam tiga tahun terakhir sebanyak 15 BPR dilikuidasi karena gagal meningkatkann kinerjanyan terutama dalam memenuhi rasio kecukupan modalnya.

Dikatakan, BPR ke depan didorong untuk menjadi "community bank" dimana operasional BPR diperkuat untuk melayani masyarakat dan para nasabah di daerah masing-masing. "Ke depan BPR didorong memperkuat posisinya sebagai ’community bank’. BPR punya karakter nasabah tersendiri dengan tingkat kepercayaan tinggi terhadap mereka," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau