Dokumen Intelijen Inggris Tertinggal di KA

Kompas.com - 12/06/2008, 10:50 WIB

LONDON, KAMIS  - Keteledoran milik semua orang, termasuk para pejabat intelijen yang sebenarnya harus 100 persen waspada. Namun keteledoran luar bisa dilakukan seorang pejabat senior intelijen Inggris yang meninggalkan dokumen tentang jaringan Al Qaeda dan keamanan Irak di kereta api.

Menurut laporan BBC, dokumen-dokumen itu milik seorang pejabat yang sangat senior. Dokumen itu ditemukan di dalam amplop oranye di sebuah kereta api pengangkut pekerja yang meninggalkan Stasiun Wateloo London, Selasa (10/6). Seorang penumpang lalu menyerahkannya kepada BBC.

Scotland Yard telah memulai penyelidikan atas apa yang disebut-sebut sebagai pelanggaran keamanan serius itu. Dokumen-dokumen tersebut, yang semuanya memiliki kode keamanan, tidak seharusnya dibawa keluar dari kantor pemerintah.
       
Paket dokumen itu, yg meski hanya tujuh halaman namun diklasifikasi sebagai "UK Top Secret", berisikan penilaian terakhir intelijen pemerintah mengenai Al-Qaeda dan sebuah laporan tentang situasi militer di Irak.
       
Dokumen-dokumen itu sangat sensitif sehingga masing-masing diberi nomer dan ditandai "untuk dilihat Inggris/AS/Kanada dan Australia saja", kata koresponden bidang keamanan BBC Frank Gardner.
       
Laporan mengenai Irak mencakup bagian-bagian yang memberi penilaian "memberatkan" terhadap pasukan keamanan Irak, kata BBC.  Kedua laporan itu merupakan penilaian-penilaian yang dibuat oleh Komite Intelijen Gabungan pemerintah.
       
Ada ungkapan "ketakutan" di sejumlah jajaran departemen pemerintah bahwa dokumen-dokumen sangat rahasia bisa tertinggal begitu saja, kata Gardner. "Dua dokumen yang bertanda ’rahasia’ tertinggal di sebuah kereta-api dan kemudian diserahkan kepada BBC. Terjadi pelanggaran keamanan, Polisi Metropolitan sedang melakukan penyelidikan," kata seorang jurubicara Kantor Kabinet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau