Pejabat Depkeu Ramai-Ramai Mundur?

Kompas.com - 12/06/2008, 12:37 WIB

JAKARTA,KAMIS - Sebentar lagi, akan ada banyak lowongan komisaris di sejumlah perusahaan plat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebabnya, para pejabat Departemen Keuangan (Depkeu) yang selama ini merangkap menjadi komisaris di BUMN akan mengundurkan diri dari kursi tersebut.

Yang sudah pasti melompong adalah kursi Komisaris Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebab, Direktur Jenderal Pajak (Dirjen) Darmin Nasution yang menempati posisi itu, sudah resmi menyatakan mundur dari Komisaris Utama BEI. "Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat pasar modal," kata Darmin yang baru sepekan menduduki kursi Komisaris Utama BEI, kemarin (11/6).

Sebetulnya, Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi malah sudah lebih dulu mengundurkan diri. Dia meninggalkan posisi sebagai Komisaris PT Krakatau Steel per 1 Juni 2008.

Kini, sejumlah pejabat lain juga sudah siap menanggalkan jabatan komisaris. Dirjen Anggaran Achmad Rochjadi misalnya, menyatakan akan mengundurkan diri. Saat ini dia adalah Komisaris PT Pertamina dan PT Taspen. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu juga berjanji akan segera melepas jabatannya sebagai Komisaris PT Telkom Tbk.

Dirjen Perbendaharaan Herry Purnomo yang kini menjabat Komisaris PT Jamsostek belum memberikan keputusan. Begitu pula dengan Dirjen Kekayaan Negara Hadiyanto yang saat ini menjabat Komisaris Utama PT Garuda Indonesia. "Yang jelas semua eselon I akan mundur dari posisi komisaris di BUMN," kata Achmad Rochjadi.

Aksi bersama pejabat eselon satu Depkeu itu seiring dengan akan terbitnya Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Negara BUMN soal larangan rangkap jabatan bagi pejabat. Kebijakan ini untuk menghindari benturan kepentingan karena jabatan rangkap. (Hans Henricus Benedictus, Badrut Tamam)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau