JAKARTA,KAMIS - Akibat perbankan jor-joran menyalurkan kredit ke sektor agrobisnis, membuat kredit bermasalah di sektor ini meningkat tajam. Berdasarkan data Bank Indonesia, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gros untuk keperluan investasi di sektor agrobisnis per April 2008 mencapai 8 persen, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 5,9 persen.
Rasio maupun laju peningkatan NPL tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan jenis penggunaan kredit lainnya.
Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, Rabu (11/6) di Jakarta, menjelaskan, dalam setahun terakhir laju pinjaman yang disalurkan ke sektor agrobisnis sangat pesat seiring dengan meroketnya harga berbagai komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit.
Selama April 2007-April 2008, kredit investasi agrobisnis tumbuh 37 persen, di atas rata-rata pertumbuhan kredit secara keseluruhan sekitar 29 persen. Semakin banyak kredit yang disalurkan, semakin besar pula potensi terjadinya NPL," ujar Ryan. Selain itu, perbankan terlena dengan booming yang terjadi di sektor agrobisnis sehingga agak mengendurkan asas prudential.
Tingginya harga berbagai komoditas pertanian di pasar internasional membuat bank menilai calon debitor yang bergerak di sektor bersangkutan pasti berprospek cerah sehingga dengan gampang menyalurkan kredit. Padahal, sektor agrobisnis masih memiliki banyak kendala, salah satunya soal lahan. Banyak pengusaha yang kecewa karena lahan untuk menanam kelapa sawit tak kunjung bisa dibebaskan.
Sementara itu, Direktur Bank Mandiri Sentot A Sentausa memperkirakan, peningkatan NPL agrobisnis banyak disumbangkan oleh subsektor perikanan akibat meningkatnya ongkos produksi, kesulitan bahan baku, dan rendahnya penyerapan pasar. Koordinator Nasional Greenomics Indonesia Vanda Mutia Dewi meminta perbankan mensyaratkan izin pelepasan kawasan hutan untuk perusahaan perkebunan yang memohon pinjaman modal kerja. (FAJ/ham)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang