Kredit Bermasalah Agrobisnis Melejit

Kompas.com - 12/06/2008, 14:14 WIB

JAKARTA,KAMIS -  Akibat perbankan jor-joran menyalurkan kredit ke sektor agrobisnis, membuat kredit bermasalah di sektor ini meningkat tajam. Berdasarkan data Bank Indonesia, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gros untuk keperluan investasi di sektor agrobisnis per April 2008 mencapai 8 persen, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 5,9 persen.

Rasio maupun laju peningkatan NPL tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan jenis penggunaan kredit lainnya.

Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, Rabu (11/6) di Jakarta, menjelaskan, dalam setahun terakhir laju pinjaman yang disalurkan ke sektor agrobisnis sangat pesat seiring dengan meroketnya harga berbagai komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit.

Selama April 2007-April 2008, kredit investasi agrobisnis tumbuh 37 persen, di atas rata-rata pertumbuhan kredit secara keseluruhan sekitar 29 persen. Semakin banyak kredit yang disalurkan, semakin besar pula potensi terjadinya NPL," ujar Ryan. Selain itu, perbankan terlena dengan booming yang terjadi di sektor agrobisnis sehingga agak mengendurkan asas prudential.

Tingginya harga berbagai komoditas pertanian di pasar internasional membuat bank menilai calon debitor yang bergerak di sektor bersangkutan pasti berprospek cerah sehingga dengan gampang menyalurkan kredit. Padahal, sektor agrobisnis masih memiliki banyak kendala, salah satunya soal lahan. Banyak pengusaha yang kecewa karena lahan untuk menanam kelapa sawit tak kunjung bisa dibebaskan.

Sementara itu, Direktur Bank Mandiri Sentot A Sentausa memperkirakan, peningkatan NPL agrobisnis banyak disumbangkan oleh subsektor perikanan akibat meningkatnya ongkos produksi, kesulitan bahan baku, dan rendahnya penyerapan pasar. Koordinator Nasional Greenomics Indonesia Vanda Mutia Dewi meminta perbankan mensyaratkan izin pelepasan kawasan hutan untuk perusahaan perkebunan yang memohon pinjaman modal kerja. (FAJ/ham)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau