BPOM Razia Makanan Jajanan di Sekolah

Kompas.com - 12/06/2008, 17:07 WIB

YOGYAKARTA, KAMIS - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) melakukan razia makanan jajanan di sejumlah sekolah di Provinsi Yogyakarta (DIY) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi lagi kasus keracunan makanan jajanan.
     
"Razia ini kami lakukan di sekolah-sekolah, baik Taman Kanak kanak (TK), SD hingga SMP terutama di sekolah yang tidak memiliki pagar rapat sehingga pedagang dapat berjualan di kompleks sekolahan," kata Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen BPOM, Diah Cahjonowati, Kamis (12/6).

Menurut dia, sasaran operasi itu adalah penjual makanan jajanan produksi sendiri serta makanan kemasan yang banyak dijual di lingkungan sekolah.

"Jenis makanan yang kami razia sebagian adalah makanan olahan sendiri seperti cilok, siomay, makanan yang menggunakan pewarna, goreng-gorengan dan makanan lain serta minuman terutama yang mengandung es dan zat pewarna," katanya.

Makanan kemasan yang dirazia adalah yang tidak mencantumkan komposisi bahan bakunya, tanggal kadaluarsa dan tidak mencantumkan alamat produsen.

"Banyak makanan kemasan yang kami temukan yang tidak mencantumkan komposisi dan bahan baku yang digunakan serta tidak menuliskan tanggal kadaluarsanya. Sebagian memang produksi rumah tangga, tetapi tidak sedikit pula yang tampak seperti kemasan pabrik," katanya.

Ia mengatakan sebagian besar makanan jajanan yang dirazia  mengandung bahan kimia untuk pewarna seperti rodamin B dan metanil yelow serta bahan berbahaya lain yang tidak direkomendasi untuk bahan pembuatan makanan.

"Bahan kimia tersebut jika dikonsumsi dapat mengakibatkan kanker serta penyakit lain," tambahnya.

Diah mengatakan mayoritas makanan jajanan yang dijual di sekolah-sekolah tidak memenuhi proses higienisitas dan berbahaya untuk kesehatan.

"Sebagian besar makanan jajanan diolah dengan tidak bersih dan higienis, masih ditambah lagi makanan itu hanya dipajang di satu tempat besar dan tidak ditutup. Ini yang sering mengakibatkan  keracunan dan diare," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau