SERANG, KAMIS - Lokasi sekitar penemuan mayat dua bocah perempuan di Kampung Singapadu, Desa Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, terkenal sebagai daerah rawan begal. Biasanya aksi pembegalan dilakukan di sebuah jembatan yang dikenal dengan nama Cibolondo.
Menurut warga, para begal biasa memanfaatkan kerusakan jalan di Jembatan Cibolondo. Apalagi, jembatan ini berada di tengah-tengah areal perkebunan dan sawah luas yang jauh dari pemukiman penduduk.
Selain itu, jalan penghubung Kecamatan Baros-Curug-Petir tersebut relatif lebih sepi dibanding, akses jalan lain di perbatasan wilayah Kabupaten dengan Kota Serang. Jalan tidak dilengkapi dengan lampu penerangan jalan umum, sehingga jarang dilintasi kendaraan.
"Memang daerahnya rawan. Yang paling rawan di Jembatan Cibolondo, cuma 500 meter dari lokasi penemuan mayat korban," kata Ajid, tetangga korban di Desa Sinar Mukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.
Sementara itu, petang tadi sekitar pukul 18.30, kedua jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat. Pemakaman korban disambut teriakan histeris keluarga, dan kerabat dekat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang