Friday the 13th, Horor Belanda vs Prancis

Kompas.com - 13/06/2008, 02:21 WIB

BERNE, KAMIS - Pertandingan antara Belanda versus Perancis bertepatan dengan tanggal 13, hari Jumat. Bagi sebagian orang Eropa, itu saat yang penuh horor dan bertaburan hal-hal takhayul. Kesialan lebih sering terjadi.

Dan, partai Prancis lawan Belanda itu sendiri adalah horor yang bakal menegangkan. Sebab, pertandingan ini sangat menentukan bagi keduanya. Keduanya sangat membutuhkan kemenangan. Bagi Belanda, kemenangan akan meloloskan Belanda ke perempatfinal. Prancis sangat butuh kemenangan, setelah sebelumnya ditahan Rumania 0-0. Jika kalah, maka perjalanan mereka bisa tamat.

Pelatih Prancis, Raymond Domenech, termasuk orang yang percaya hari-hari khusus, karena dia memang menggemari astrologi. Namun, dia menolak dibilang percaya takhayul. Meski begitu, dia punya pandangan juga tentang tanggal 13, hari Jumat itu.

"Saya bukan orang yang takhayul. Tapi, hari itu akan membawa kesialan," katanya.

Hanya, dia tak tahu kesialan itu akan menimpa siapa, bisa Prancis, bisa pula Belanda. Yang pasti, dia akan menerapkan strategi terbaik untuk meraih kemenangan. Dia juga membantah hanya terpaku pada satu sistem. Justru sebaliknya, dia tak akan tabu mengubah sistem bermainnya jika itu memang dipandang perlu dan penting.

"Saya tak terpaku pada satu sistem," ketika ditanya apakah akan meninggalkan formasi 4-4-2 dan mengganti dengan 4-2-3-1 dengan memasang Thierry Henry sebagai striker tunggal. Sebab, pemain Barcelona itu sudah sembuh dan siap tampil bersama Patrick Vieira.

Meski begitu, Prancis sudah dihadapkan satu horor kala menghadapi Belanda pada Jumat, 13 Juni ini. Sebab, sebelumnya Belanda sudah melibas juara Piala Dunia, Italia, dengan skor 3-0. Hasil fantastis itu bisa menjadi teror dan itu diakui Domenech. Maka, dia mengingatkan para pemainnya agar tak grogi hanya karena Belanda mengalahkan Italia 3-0. Tapi, memanfaatkan teror Belanda itu sebagai motivasi dan energi.

"Ketakutan bisa menjadi sumber motivasi dana olahraga yang kompetitif ini. Kami tahu, kami akan menghadapi tim yang penuh bakat dan kepercayaan diri. Kami tahu apa yang seharusnya dilakukan dan akan mencoba melakukan segalanya sebaik mungkin," jelas Domenech.

Hanya saja, Prancis belum menunjukkan permainan yang bagus. Saat lawan Rumania, permainannya justru menjemukan. Namun, Domenech berjanji akan terjadi perubahan.

"Saya berharap kami akan bersinar. Tapi, saya tak tahu apa yang akan terjadi. Yang saya ketahui, tim kami sangat solid di belakang dan lini depan kami sangat berbahaya. Pastinya, pertandingan lawan Belanda bakal menjadi partai menarik. Saya sudah tak sabar menunggunya," ujar Domenech.

Jika memang hari Jumat tanggal 13 mendatangkan kesialan, Domenech berharap itu tak menimpa Prancis. (AP/HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau