Empat Klub Besar Menentang FIFA

Kompas.com - 13/06/2008, 03:19 WIB

BARCELONA, JUMAT - Rencana FIFA membatasi pemain asing dalam setiap klub dengan format 6 plus 5 mulai ditentang klub. Kali ini, empat klub besar - Barcelona, AC Milan, Bayern Muenchen, dan Olympique Lyonnais - menyatakan penentangannya.

Dalam kongres tahunan di Australia beberapa waktu lalu, Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan, pembatasan pemain asing perlu dilakukan. Sebab, terlalu banyak pemain asing akan mengurangi kualitas tim nasional. Dia melontarkan format 6 plus 5. Artinya, setiap klub hanya minimal memasang 6 pemain lokal dan maksimal menurunkan 5 pemain asing. Ide itu disetujui anggota komite eksekutif, sehingga sangat mungkin segera diterapkan.

Para direktur klub Barcelona, Milan, Bayern, dan Lyon menyatakan keberatannya. Mereka memilih adanya ketentuan bahwa klub harus memainkan binaannya sendiri dalam jumlah tertentu, tanpa harus mempertimbangkan mereka berasal dari negara mana. Pilihan ini mendapat dukungan dari uni federasi sepakbola Eropa (UEFA) dan Uni Eropa (UE). Sebab, pembatasan pemain bertentangan dengan undang-undang UE yang membebaskan tenaga kerja bekerja di mana pun.

Presiden Eksekutif Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge mengatakan, klub-klub di Eropa akan kesulitan menerapkan sistem 6 plus 5 tersebut. Sebab, itu akan bertentangan dengan hukum Uni Eropa.

Rummenigge lebih setuju dengan ide UEFA. Sebagai ganti dari sistem 6 plus 5, UEFA mengusulkan agar setiap klub menurunkan minimal 6 pemain binaan sendiri. Mereka dibina sejak umur 15 sampai 21 tahun. Dari mana asal negaranya tak penting lagi, yang penting hasil binaan klub itu sendiri.

"Di Spanyol ada contoh yang bagus. Giovani dos Ssantos dan Lionel Messi bukan orang Spanyol dan tak bisa memperkuat timnas Spanyol. Tapi, mereka adalah pemain binaan Barcelona," jelas Rummenigge.

Keempat klub tersebut untuk pertama kalinya mengadakan pertemuan di bawah asuhan asosiasi klub Eropa (ECA), Kamis (12/6). Selain Rummenigge, yang hadir dalam pertemuan itu adalah Presiden Barcelona Joan Laporta, dan Presiden Lyon Jean-Michel Aulas, serta Direktur Milan, Umberto Gandini. Mereka juga sependapat dengan Rummenigge.

ECA merupakan asosiasi klub Eropa pengganti G-14. Eca dibentuk oleh UEFA pada Februari lalu untuk menyampaikan aspirasi klub dengan anggota  103 klub. Mereka akan mengadakan kongres pertama kalunya pada 7-8 Juli di Nyon, Swiss. Rummenigge yang sementara memimpin ECA, akan ikut dalam pemilihan presiden ECA untuk pertama kalinya. (AP/HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau