BARCELONA, JUMAT - Rencana FIFA membatasi pemain asing dalam setiap klub dengan format 6 plus 5 mulai ditentang klub. Kali ini, empat klub besar - Barcelona, AC Milan, Bayern Muenchen, dan Olympique Lyonnais - menyatakan penentangannya.
Dalam kongres tahunan di Australia beberapa waktu lalu, Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan, pembatasan pemain asing perlu dilakukan. Sebab, terlalu banyak pemain asing akan mengurangi kualitas tim nasional. Dia melontarkan format 6 plus 5. Artinya, setiap klub hanya minimal memasang 6 pemain lokal dan maksimal menurunkan 5 pemain asing. Ide itu disetujui anggota komite eksekutif, sehingga sangat mungkin segera diterapkan.
Para direktur klub Barcelona, Milan, Bayern, dan Lyon menyatakan keberatannya. Mereka memilih adanya ketentuan bahwa klub harus memainkan binaannya sendiri dalam jumlah tertentu, tanpa harus mempertimbangkan mereka berasal dari negara mana. Pilihan ini mendapat dukungan dari uni federasi sepakbola Eropa (UEFA) dan Uni Eropa (UE). Sebab, pembatasan pemain bertentangan dengan undang-undang UE yang membebaskan tenaga kerja bekerja di mana pun.
Presiden Eksekutif Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge mengatakan, klub-klub di Eropa akan kesulitan menerapkan sistem 6 plus 5 tersebut. Sebab, itu akan bertentangan dengan hukum Uni Eropa.
Rummenigge lebih setuju dengan ide UEFA. Sebagai ganti dari sistem 6 plus 5, UEFA mengusulkan agar setiap klub menurunkan minimal 6 pemain binaan sendiri. Mereka dibina sejak umur 15 sampai 21 tahun. Dari mana asal negaranya tak penting lagi, yang penting hasil binaan klub itu sendiri.
"Di Spanyol ada contoh yang bagus. Giovani dos Ssantos dan Lionel Messi bukan orang Spanyol dan tak bisa memperkuat timnas Spanyol. Tapi, mereka adalah pemain binaan Barcelona," jelas Rummenigge.
Keempat klub tersebut untuk pertama kalinya mengadakan pertemuan di bawah asuhan asosiasi klub Eropa (ECA), Kamis (12/6). Selain Rummenigge, yang hadir dalam pertemuan itu adalah Presiden Barcelona Joan Laporta, dan Presiden Lyon Jean-Michel Aulas, serta Direktur Milan, Umberto Gandini. Mereka juga sependapat dengan Rummenigge.
ECA merupakan asosiasi klub Eropa pengganti G-14. Eca dibentuk oleh UEFA pada Februari lalu untuk menyampaikan aspirasi klub dengan anggota 103 klub. Mereka akan mengadakan kongres pertama kalunya pada 7-8 Juli di Nyon, Swiss. Rummenigge yang sementara memimpin ECA, akan ikut dalam pemilihan presiden ECA untuk pertama kalinya. (AP/HPR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang