WASHINGTON, JUMAT - Dalam waktu singkat, kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama, memperoleh dukungan dari perempuan pemilih. Berdasarkan jajak pendapat terkini oleh Gallup yang dirilis, Kamis (12/6), dukungan perempuan pemilih untuk Obama naik menjadi 51 persen.
Semula, perempuan pemilih adalah basis dukungan mantan rival Obama, Senator Hillary Clinton. Dengan mundurnya Hillary dari pertarungan menuju Gedung Putih tampaknya perempuan pemilih mengalihkan dukungannya untuk Obama.
Sepekan sebelumnya, Obama unggul dibandingkan lawannya, kandidat Republik, John McCain, dengan hanya 48 persen berbanding 43 persen di kalangan perempuan pemilih. Pekan ini Obama memperlebar jarak keunggulan dengan 51 persen berbanding 38 persen.
Menurut Gallup, dukungan kaum perempuan untuk Obama akan stabil di level 52 persen, level yang sama dengan perolehan Hillary jika berhadapan dengan McCain. ”Saat Clinton tidak lagi berkampanye dan pilihan tinggal Obama dan McCain, perempuan pemilih mulai melirik Obama,” Gallup menjelaskan.
Jajak pendapat NBC News/Wall Street Journal juga menunjukkan kecenderungan perempuan pemilih mendukung Obama. Di antara responden yang memilih Hillary pada pemilihan pendahuluan, 61 persen mendukung Obama dan 19 persen menyatakan memilih McCain.
Berdasarkan jajak pendapat yang sama, sebanyak 54 persen responden yakin, sangat penting melihat seseorang yang akan membawa perubahan lebih besar bagi kebijakan saat ini meskipun dia tidak berpengalaman dan belum teruji. Sebaliknya, 42 persen responden menyatakan dukungan bagi seseorang yang telah berpengalaman dan teruji meskipun membawa lebih sedikit perubahan bagi kebijakan saat ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang