Indonesia Jelaskan SKB Ahmadiyah di Dewan HAM PBB

Kompas.com - 13/06/2008, 16:19 WIB

JAKARTA, JUMAT - Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan, terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang keberadaan Ahmadiyah, dilaporkan oleh perwakilan Indonesia di Dewan HAM PBB, Jenewa, Swiss. Hal itu dilakukan oleh Indonesia secara sukarela tanpa permintaan pihak manapun.

"Perwakilan kita (Indonesia) di Jenewa dalam kesempatan Universal Periodic Review telah secara sukarela menjelaskan tentang SKB Ahmadiyah tersebut. Tapi, SKB itu bukan isu yang dibahas di dewan HAM. Dari sisi kita, Indonesia, merasa ada keperluan untuk memberikan statement, lebih bersifat sukarela," kata Faizasyah di Gedung Deplu, Jakarta, Jumat (13/6).

Dalam kesempatan tersebut, salah satu LSM HAM Indonesia juga menyampaikan komentarnya terhadap terbitnya SKB tersebut. "Tapi bukan melaporkan apa-apa tentang SKB itu. Hanya saja, dalam review tersebut diseberikan kesempatan kepada LSM HAM kita untuk menyampaikan komentarnya," kata dia.

Ditambahkan Faizasyah, setelah penyampaian penjelasan itu, dalam catatan tak ada satupun reaksi dan pengembangan isu terkait SKB tersebut dari negara-negara anggota PBB. "Negara-negara sahabat juga bisa memahami kebijakan pemerintah untuk menerbitkan SKB itu," ujarnya.

Faizasyah membantah, bahwa ada reaksi keras dari dunia internasional terhadap kebijakan pemerintah menerbitkan SKB Ahmadiyah, yang oleh sebagian pihak dianggap membatasi kebebasan beragama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau