GRESIK, SABTU - Dari delapan siswa tingkat SMA yang tidak lulus ujian nasional di Gresik, enam di antaranya karena tidak lulus pada mata pelajaran Geografi dan dua karena mata pelajaran Bahasa Inggris. Siswa yang tidak lulus Geografi terdiri dari empat siswa dari SMA Al Furqon Driyorejo, satu siswa dari SMA Nahdlatul Ulama 3 Benjeng dan satu siswa dari SMA Sunan Giri Menganti.
Adapun dua siswa tidak lulus Bahasa Inggris berasal dari SMA Bilangan Tambak Pulau Bawean. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gresik Chusaini Mustaz Sabtu (14/6) mengatakan siswa yang tidak lulus diberi kesempatan ikut ujian paket C yang dijadwakan 24-27 Juni mendatang. Kelululusan diumumkan 1 Juli.
Nilai jurusan Bahasa perorangan harusnya peringkat 1-4 diraih siswa Gresik. Setelah dicek nilai peringkat 2 Jatim diraih Indah Permatasari dari Nganjuk dan peringkat ketiga Nurofiah dari Pandaan Pasuruan sama dengan nilai peringkat 4 Gresik Dedi Tri Haryanto 54,05.
Sementara itu, sesuai yang diumumkan lisan Gresik menduduki peringkat 1 diraih Selvy Riski Amalia 54,60 dan kelima Anita Khairawati Anami 53,75. "Padahal di atas peringkat dua yang diumumkan pak Rasiyo (kepala dinas pendidikan provinsi Jatim) masih ada tiga siswa Gresik yang nilainya lebih tinggi yakni Fatkhur Rochman 54,35, Sulthony Dwi Firmansyah 54,20 dan Dedi Tri Hariyanto 54,05. Nilai Dedi saja sama dengan peringkat dua Jatim Indah Permata sari 54,05," kata Mustaz.
Nilai akumulatif jurusan Bahasa SMA Negeri ! Manyar Gresik menempati urutan pertama dan SMA.Negeri 1 Sedayu menempati urutan kelima Jawa Timur. Jurusan IPA SMA Negeri 1 Gresik menempati urutan ketiga setelah SMA Negeri 1 Genteng Banyuwangi dan SMA Kedungpring Lamongan. Pantauan pengumuman kelulusan tidak ada yang diluapkan berlebihan baik konvoi maupun coret-coret baju. Gresik mengumumkan kelulusan siswa lewat internet.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang