Presiden Bertolak Menuju Kaltim

Kompas.com - 15/06/2008, 10:20 WIB

DENPASAR, MINGGU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan rombongan, Minggu (15/6) pagi, meninggalkan Denpasar, Bali menuju Balikpapan, Kalimantan Timur guna melanjutkan agenda kunjungan kerjanya.
    
Rombongan Kepala Negara yang meninggalkan Bandara Ngurah Rai pada pukul 08.00 WITA dengan pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-500 dan diharapkan tiba di Bandara Sepinggan, Balikpapan pada pukul 09.40 WITA.
    
Setibanya di bandara, rombongan Kepala Negara akan disambut oleh Gubernur Kalimantan Timur,Ketua DPRD dan anggota Muspida provinsi Kaltim. Setelah beristirahat selama lebih kurang 20 menit pada pukul 10.00 WITA Presiden Yudhoyono dengan didampingi Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh dan rombongan terbatas tanpa Ibu Ani Yudhoyono akan menuju Bandar Udara Bontang dengan pesawat dash-7.
    
Presiden dijadwalkan tiba di Bontang sekitar pukul 11.00 WITA. Di Bontang Kepala Negara antara lain akan meninjau Latihan Gabungan TNI 2008, menerima penghargaan warga kehormatan marinir serta menyaksikan aksi tempur laut dan serangan udara langsung Fighter TNI AU.
    
Sementara itu Ibu Ani Yudhoyono pada kesempatan yang sama tetap tinggal di Balikpapan untuk melakukan peninjauan pameran hasil Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Tanaman Hias, Pusat Kerajinan, Pasar Inpres dan Kebun Sayur.
    
Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan tiba kembali ke Balikpapan pada Senin (16/6) sekitar pukul 14.30 WITA untuk meresmikan sejumlah proyek pembangunan di Kaltim, menyerahkan bantuan pendidikan senilai Rp25 miliar untuk pelajar, mahasiswa,PNS dan dosen, menyerahkan 28 motor pintar, 14 mobil pintar kepada 14 bupati/walikota dan dua kapal pintar kepada Danrem 091/ASN dan Kasrem 121/ABW, serta menyerahkan 20 ribu paket sembako.
    
Presiden Yudhoyono dan rombongan dijadwalkan mengakhiri kunjungan kerjanya ke Kaltim pada Selasa (17/6) pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Turut serta dalam rombongan Kepala Negara antara lain Menko Polhukam Widodo AS beserta istri, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri BUMN Sofyan Djalil, ibu Anton Apriyantono, dan Ibu Erna Witoelar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau