Presiden Mendarat di Bandara Bontang

Kompas.com - 15/06/2008, 10:37 WIB

BONTANG, MINGGU - Di tengah rintik hujan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (15/6) pukul 11.00 waktu setempat mendarat di bandar udara Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Didampingi sejumlah menteri, Presiden turun dari pesawat Dash-7 yang berkapasitas penumpang 35 orang.

Sejumlah menteri yang mendampingi di antaranya Menko Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Menneg BUMN Sofyan Djalil serta Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Presiden disambut oleh Direktur Utama Badak LNG dan Dirut Pupuk Kaltim.

Dari bandar Bontang, Presiden Yudhoyono dan rombongan terbatas diantar menuju ke guest house Badak LNG dan selanjutnya ke ruang multi purpose building (MPB) Badak LNG untuk mendengarkan paparan perkembangan dua BUMN, yaitu Badakn LNG dan Pupuk Kaltim.

Presiden singgah ke Bontang, dalam rangka menyaksikan Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2008 di perairan Sangatta, Kaltim. Inilah latgab yang pertama kalinya disaksikan Presiden RI sejak 12 tahun yang lalu, sejak latgab terakhir kalinya digelar TNI pada tahun 1996 di Kepulauan Natuna, Riau. Presiden akan bermalam dua hari di KRI Soeharso-990 melihat aksi tempur prajurit TN, hingga Senin (16/6) siang. Latgab TNI berlangsung sejak 1-20 Juni mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau