Putra Presiden Ikut Dengar Paparan Latgab TNI

Kompas.com - 15/06/2008, 15:34 WIB

SANGATTA, MINGGU -  Putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Lettu (Inf) Agus Harry Murti, selaku Perwira Seksi Operasi (Pasie-ops) Yon Infanteri (Yonif) 305 Kostrad, Karawang, Jawa Barat, ikut mendengarkan paparan mengenai Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2008. Paparan Latgab 2008 yang dilakukan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya, Tedjo Edhy Purdijatno, dilakukan di ball room KRI Dr Soeharso-990, Minggu (15/6) waktu setempat.

Presiden Yudhoyono duduk di meja paling depan bersama Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Menko Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Di sebelah kanan meja Presiden, duduk Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sjamsir Siregar dan Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutanto beserta kepala Staf TNI lainnya.

Di baris kedua setelah meja Presiden, duduk berputar mantan Panglima TNI Jenderal Djoko Suyanto,yang didampingi Ketua Komisi I DPR Theo Sambuaga dan beberapa anggota DPR lainnya. Di meja baris terakhir duduk para Gubernur se-Kalimantan beserta Juru Bicara Andi Mallarangeng dan putra Presiden.

Sebelum memulai paparan, Presiden Yudhoyono sempat berkomentar bahwa suasana di ruangan ball room KRI Dr Soeharso-990 ini, tidak seperti di kapal. "Ini seperti saya waktu ikut KTT OKI di Senegal. Meskipun di kapal, akan tetapi suasanya tidak seperti di kapal. Mewah sekali," ujar Presiden.

Melihat pers yang mengambil gambar, Presiden minta disiapkan T2, yaitu makanan kaleng khusus untuk prajurit yang ada di lapangan. "Wartawan biar ikut merasakan makanan tentara," ujarnya. Panglima TNI sebelum memberikan pengantar paparan Latgab TNI menyebut hampir semua pejabat yang hadir dalam paparan tersebut, termasuk para Gubernur Kalimantan. Namun, entah lupa, Panglima TNI tak menyebut Kepala Polri Sutanto yang hadir dengan seragam lengkap Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau