JAKARTA,SENIN - Perbankan sebaiknya tidak menjadikan kredit usaha rakyat atau KUR sebagai ajang mencari keuntungan, tetapi upaya memperluas basis nasabah. Dengan demikian, perbankan termotivasi untuk mencari dan membina pengusaha baru di level mikro atau kredit di bawah Rp 5 juta. Sekretaris Perusahaan BRI Hartono Sukiman, akhir pekan lalu di Jakarta mengatakan, dari sisi finansial, KUR relatif tidak terlalu menguntungkan dibandingkan dengan jenis kredit lain.
Apalagi, kata Hartono, pemberian kredit di bawah Rp 5 juta membutuhkan keahlian, jaringan, dan biaya yang cukup besar. "Tapi, KUR dengan skim penjaminan ini sangat bermanfaat bagi bank dalam memperluas basis nasabah," tuturnya di Jakarta.
Hartono menegaskan, KUR adalah momentum untuk mencari dan membina pengusaha-pengusaha mikro yang baru. "Selanjutnya, pengusaha mikro ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi nasabah loyal sampai usahanya besar," kata Hartono.
Menurut Hartono, pemberian KUR dengan nominal yang besar, yang mencapai ratusan juta rupiah, kurang tepat. KUR adalah kredit umum dan kredit program untuk tujuan produktif yang memenuhi kriteria limit kredit maksimal Rp 500 juta per pengguna akhir (end user) dan suku bunga maksimal 16 persen efektif per tahun. Sebagian jaminan ditutup melalui penjaminan dari PT Askrindo atau Perum Sarana Pengembangan Usaha.
Hartono juga berpendapat, dengan KUR, perbankan dapat memberikan akses kepada pelaku usaha berisiko tinggi, seperti nelayan yang pendapatannya tidak menentu. "Itu karena bank tidak menanggung risiko kredit secara penuh," ujarnya.
Bervariasi
Hingga kini posisi KUR BRI mencapai Rp 4,36 triliun dengan jumlah debitor mencapai 711.124. Dari jumlah tersebut, KUR Mikro di bawah Rp 5 juta mencapai Rp 2,78 triliun, dengan jumlah debitor sebanyak 695.854.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, hingga saat ini Bank Mandiri telah menyalurkan KUR kepada 33.232 debitur, dengan total kredit sebesar Rp 1,02 triliun. Tercatat limit terkecil yang menerima KUR Bank Mandiri adalah sebesar Rp 1,51 juta, dengan rata-rata per orang menerima KUR senilai Rp 30,74 juta.
Menurut Agus, penerima KUR Bank Mandiri sangat bervariasi, yakni mulai dari sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, industri pengolahan, hingga konstruksi. Diharapkan dengan pemberian kredit yang didasarkan atas analisis bank terhadap kelayakan usaha dari para calon debitor tersebut, dapat menjadikan usaha tersebut lebih produktif. (FAJ)