Perbankan Dapat Memberi Akses pada Usaha Berisiko Tinggi

Kompas.com - 16/06/2008, 06:50 WIB

JAKARTA,SENIN - Perbankan sebaiknya tidak menjadikan kredit usaha rakyat atau KUR sebagai ajang mencari keuntungan, tetapi upaya memperluas basis nasabah. Dengan demikian, perbankan termotivasi untuk mencari dan membina pengusaha baru di level mikro atau kredit di bawah Rp 5 juta. Sekretaris Perusahaan BRI Hartono Sukiman, akhir pekan lalu di Jakarta mengatakan, dari sisi finansial, KUR relatif tidak terlalu menguntungkan dibandingkan dengan jenis kredit lain.

Apalagi, kata Hartono, pemberian kredit di bawah Rp 5 juta membutuhkan keahlian, jaringan, dan biaya yang cukup besar. "Tapi, KUR dengan skim penjaminan ini sangat bermanfaat bagi bank dalam memperluas basis nasabah," tuturnya di Jakarta.

Hartono menegaskan, KUR adalah momentum untuk mencari dan membina pengusaha-pengusaha mikro yang baru. "Selanjutnya, pengusaha mikro ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi nasabah loyal sampai usahanya besar," kata Hartono.

Menurut Hartono, pemberian KUR dengan nominal yang besar, yang mencapai ratusan juta rupiah, kurang tepat. KUR adalah kredit umum dan kredit program untuk tujuan produktif yang memenuhi kriteria limit kredit maksimal Rp 500 juta per pengguna akhir (end user) dan suku bunga maksimal 16 persen efektif per tahun. Sebagian jaminan ditutup melalui penjaminan dari PT Askrindo atau Perum Sarana Pengembangan Usaha.

Hartono juga berpendapat, dengan KUR, perbankan dapat memberikan akses kepada pelaku usaha berisiko tinggi, seperti nelayan yang pendapatannya tidak menentu. "Itu karena bank tidak menanggung risiko kredit secara penuh," ujarnya.

Bervariasi

Hingga kini posisi KUR BRI mencapai Rp 4,36 triliun dengan jumlah debitor mencapai 711.124. Dari jumlah tersebut, KUR Mikro di bawah Rp 5 juta mencapai Rp 2,78 triliun, dengan jumlah debitor sebanyak 695.854.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, hingga saat ini Bank Mandiri telah menyalurkan KUR kepada 33.232 debitur, dengan total kredit sebesar Rp 1,02 triliun. Tercatat limit terkecil yang menerima KUR Bank Mandiri adalah sebesar Rp 1,51 juta, dengan rata-rata per orang menerima KUR senilai Rp 30,74 juta.

Menurut Agus, penerima KUR Bank Mandiri sangat bervariasi, yakni mulai dari sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, industri pengolahan, hingga konstruksi. Diharapkan dengan pemberian kredit yang didasarkan atas analisis bank terhadap kelayakan usaha dari para calon debitor tersebut, dapat menjadikan usaha tersebut lebih produktif. (FAJ)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau