DENGAN kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate 25 basis poin dari 8,25 menjadi 8,50 otomatis suku bunga perbankan akan naik dalam beberapa bulan terakhir. Padahal, kebutuhan permodalan usaha terus melambung pascakenaikan harga BBM. Karena i tu, pengusaha sangat mengharapkan adanya fasilitas kredit perbankan yang lebih lunak.
Demikian diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat Iwan Dermawan, Senin (16/6) di Bandung. Menurut Iwan, mengharapkan suku bunga yang kecil dari perbankan sangatlah tidak mungkin karena suku bunga acuan terus naik untuk mengimbangi laju inflasi.
Segi kemudahan yang diharapkan para pengusaha adalah pemberian waktu pembayaran kredit yang lebih panjang, perlu dilakukan rescheduling lagi dalam pembayaran kredit, ungkapnya.
Koordinator Program Program Kerjasama Kadin Jerman, Kadin dan Asosiasi di Indonesia Andreas Gosche mengatakan, melalui lembaga penjamin usaha yang ada, negara sebenarnya dapat memberikan layanan kredit lunak bagi dunia usaha melalui perbankan.
Di Jerman, pemerintah langsung mengalokasikan dana untuk usaha-usaha yang jelas memiliki prospek masa depan, seperti sektor usaha energi alternatif, biogenetika, dan sebagainya. Di Indonesia, seharusnya pemerintah juga memberikan dukungan serupa, ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subdinas Industri Kecil Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Adang Soenarya mengatakan, agar industri kecil menengah mampu bertahan di tengah kenaikan harga komoditas, maka perlu dibangun pola kemitraan secara bisnis.
Salah satu pula kemitraan yang dapat dilakukan adalah optimalisasi program corporate social responsibility atau CSR baik dari badan usaha milik negara maupun perusahaan swasta untuk memberikan dana bagi idustri kecil dan menengah.
Selain memberikan bantuan kredit usaha rakyat dengan pemberian pinjaman kredit tanpa agunan, p emerintah akan terus mendorong agar perusahaan-perusahaan besar memiliki kepedulian kepada sektor usaha kecil. Dengan demikian, industri k ecil dan menengah mampu mengembangkan usaha mereka kembali, kata Adang.
A01
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang