Kampanye Tiga Cagub di Cilacap Melanggar Aturan

Kompas.com - 16/06/2008, 20:02 WIB

CILACAP, SENIN - Kampanye calon gubernur Sukawi, Bambang Sadono, dan calon wakil gubernur Rozak Rais pekan kemarin di Cilacap dinyatakan melanggar aturan oleh Panitia Pengawas Pemilu setempat. Tim sukses kedua calon gubernur dan seorang calon wakil gubernur itu telah mengerahkan massa kampanye untuk arak-arakan berkeliling kota Cilacap yang melanggar SK KPU Jawa Tengah tentang tata cara kampanye.

Ketua Panwas Pemilu Cilacap, Sarwo Mumpuni, Senin (16/6), mengatakan, salah satu pelanggaran yang cukup berat dilakukan oleh tim sukses Bambang Sadono saat menggelar kampanye di Cilacap pada Sabtu kemarin. Pada kampanye itu, tim sukses calon gubernur dari Partai Golongan Karya itu ikut mengerahkan ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Budi Utomo.

Kepada para siswa, tim sukses Bambang Sadono memberikan kaos dan satu liter bensin. Pemberian bensin itu dilakukan di SPBU Sariwangi. "Satu siswa yang membawa motor diberikan satu liter bensin gratis. Jumlahnya mencapai 321 liter bensin," kata Sarwo menjelaskan.

Pada Rabu kemarin, saat Sukawi berkampanye di Cilacap, juga mengerahkan massa bersama anak-anak kecil untuk arak-arakan keliling kota. "Namun untuk kampanye yang digelar tim sukses Rozak, hanya arak-arakan. Tak ada anak-anak dilibatkan dalam kampanye itu," katanya.

Kampanye seperti itu, menurut Sarwo, telah melanggar Pasal 78 huruf J Undang-Undang nomor 32/2004 yang memuat tentang larangan berkampanye dengan membawa anak-anak. "Pada hari Selasa, kami memanggil kepala sekolah SMK Budi Utomo dan ketiga tim sukses tersebut. Pada tanggal 18, seluruh pelanggaran akan kami publikasikan," katanya menjelaskan.

Selain menemukan pelanggaran pada kampanye para calon gubernur, Sarwo mengatakan, Panwas Cilacap juga menemukan dua karung berisi 20.000 lembar selebaran yang memuat kampanye hitam tentang calon gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Bibit Waluyo.

Kedua karung itu diketemukan di Pantai Bengawan, Adipala. "Karung itu tampaknya dibuang begitu saja, sehingga belum diketahui siapa pemiliknya," lanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau