Tidak Didukung G8, Dollar AS Loyo

Kompas.com - 17/06/2008, 08:23 WIB

NEW YORK,SENIN - Dollar AS melemah terhadap euro, namun menguat terhadap yen pada Senin (16/6) setempat atau Selasa pagi WIB, setelah negara-negara industri G-8 menghindari setiap inisiatif baru untuk mendorong penguatan greenback yang sedang menderita.
    
Euro terangkat karena inflasi zona euro mencatat rekor tertinggi memperkuat ekspektasi Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunganya pada bulan depan. Mata uang tunggal Eropa meningkat menjadi 1,5477 dollar AS pada 2100 GMT setelah mencapai 1,5384 dollar pada akhir Jumat. Sementara terhadap mata uang Jepang, dolar dikutip pada 108,15 yen, tak berubah dari posisi Jumat.

Greenback mendapat sedikit dukungan karena pertemuan para menteri keuangan G8 di Jepang mengalihkan isu mata uang dalam komunike akhir mereka. Pernyataan yang fokus terhadap pelambatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya harga minyak, mengecewakan beberapa investor yang telah menantikan komentar spesifik melemahnya dolar dan isyarat intervensi  di pasar valuta asing adalah sebuah kemungkinan.
    
"Absennya ini tidak mengaketkan karena pertemuan tidak dihadiri para bankir bank sentral. Namun, sejumlah yang hadir membuat komentar dari menggarisbawahi indikasi penguatan dolar baru-baru ini adalah baik," kata Stephen Malyon dari Scotia Capital seperti dikutip AFP.

Sementara Kepala Analis valas Standard Chartered, Callum Henderson, mengatakan komunike G8 Juni sebagian besar mengecewakan untuk penguatan dollar yang mencari konfirmasi lebih lanjut komentar pejabat AS pada mata uang.

Euro didukung oleh berita bahwa inflasi di 15 negara zona euro mencapai sebuah rekor 3,7 persen pada Mei, didorong melambungnya harga minyak dan pangan ke level tertinggi sejak mata uang tunggal Eropa diluncurkan pada 1999.

Tingkat inflasi, direvisi naik dari estimasi pertama pada 3,6 persen, merupakan kenaikan paling tajam dalam 12 bulan dari April, ketika harga konsumen di zona euro naik 3,3 persen.

Para investor meningkatkan keyakinannya ECB dalam pertemuan pada 3 Juli akan menaikkan suku bunga acuannya, sebuah langkah yang diindikasikan Gubernur ECB Jean-Claude Trichet awal bulan ini untuk menghadapi memuncaknya tekanan inflasi. "ECB kemungkinan akan menaikkan suku bunganya dari 4,00 persen menjadi 4,25 persen pada pertemuan 3 Juli," kata Howard Archer dari Global Insight.

Dalam perdagangan terakhir di New York, dollar AS berada pada 1,0445 franc Swiss turun dari 1,0460 franc pada Jumat. Pound berada pada 1,9631 dollar naik dari 1,9481 dollar.

Sementara rupiah Selasa (16/6) pagi berada di kisaran Rp 9.315/9.320 per dollar AS. Analis memprediksi garuda akan bergerak dalam kisaran yang sempit. Menurut Kepala Tresuri Bank NISP, Suriyanto Chang, seperti dikutip Kontan, rupiah stabil karena Bank Indonesia  terus melakukan pengawalan ketat. Selain itu harga minyak juga menentukan pergerakan rupiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau