Mmmm...Salad Kondom di Bangkok

Kompas.com - 17/06/2008, 10:49 WIB

Our food is guaranteed not to cause pregnancy. Slogan yang menarik perhatian saya saat membuka website Cabbages and Condoms restoran. Di Bangkok nanti, saya harus mengunjungi tempat unik ini. Dari namanya saja sudah menggelitik hati.

Di tengah-tengah kesibukan mengunjungi Thailand Travel Mart, saya dan seorang teman sengaja memanfaatkan jeda waktu untuk menyambangi tempat unik ini. Alhasil, berbekal peta kota Bangkok, kami naik sky train dari MBK center dan berhenti di kawasan Sukhumvit.

Kami pun meneruskan perjalanan dengan jalan kaki. Ternyata, tidak susah menemukannya meski tidak terletak di pinggir jalan.

Kalau Anda membayangkan ada kondom di mana-mana, maka tak salah. Memasuki area restoran, kami sudah disambut dengan patung manusia super dan pasangannya dengan baju yang terbuat dari kondom-kondom beraneka warna.

Cabbages and Condoms terdiri dari beberapa bagian, indoors dan outdoors. Kami memilih duduk di coffee shop. Wow, begitu masuk ke dalam, hampir di setiap sudut ruangan bertebaran kondom dalam berbagai bentuk.

Sebut saja. Kap lampu, alas meja, keset, patung Sinterklas, Superman, poster aneka jenis kondom dari mancanegara, dan pernak-pernik yang memang sengaja dirancang dari kondom. Bahkan tersedia kondom di beberapa nampan yang bisa diambil gratis dengan jumlah suka-suka. Semua itu untuk mendukung program family planning. Saya serasa di surga kondom.

"Is it real?" tanya saya kepada salah seorang pelayan resto, menunjuk kap lampu kondom.

"Yes, but without oil," jawabnya sembari senyum-senyum. Ah, i see, pikir saya.

Eits, jangan berburuk sangka dulu. Bukan tanpa tujuan sang pemilik menyediakan kondom di mana-mana. Restoran ini adalah bagian dari organisasi nirlaba di Thailand, The Population and Community Development Association (PDA), dengan program antara lain kesadaran akan family planning (keluarga berencana), khususnya pada masyarakat pedesaan dan pencegahan HIV/AIDS mengingat tingginya penyebaran penyakit tersebut di Thailand.

Dengan memasyaratkan penggunaan kondom, sang pemilik percaya kesadaran masyarakat akan family planning semakin tinggi. Seluruh pendapatan restoran ini akan disumbangkan untuk keperluan program-program PDA. Interesting, isn't it?

Setelah menikmati keunikan desain kondom di setiap sudut ruangan, saya melihat-lihat menu yang ditawarkan, aneka masakan Thailand: Chicken in Herb Leaf Bikini (ayam goreng bungkus pandan), Tom Yam atau Gung Obb Mapraow On (udang dimasak dengan santan kelapa yand disajikan di dalam batok kelapa). Tiba-tiba perhatian saya tertuju pada menu spesial, Yum Tung Yang alias Condoms Salad (tung yang dalam bahasa Thai adalah kondom).

Jangan salah, menu ini tidak mengandung kondom sedikit pun, tetapi merupakan salad istimewa yang menjadi andalan tempat ini, jadi nama kondom diambil sesuai dengan nama restoran Cabbages and Condoms. Pasti, saya tidak melewatkan mencicipi salad khas yang satu ini.

Salad berisi bakmi Shanghai (berwarna putih berbentuk lonjong dan bulat), udang, potongan ayam, irisan tipis wortela berganti-ganti saya nikmati. Rasa nano-nano di lidah yang sedap dan segar, apalagi disantap di tengah teriknya Bangkok siang itu.

O ya, sembari menunggu pesanan tiba, saya sempat mampir di toko handicraft yang menjual aneka souvenir unik. Keset kondom, kaus bertemakan safe sex, pin kondom, hiasan bunga yang terbuat dari kondom, dan gantungan kunci yang sarat dengan pesan-pesan safe sex. Saya pun membeli beberapa gantungan kunci, salah satunya bertuliskan In Rubber We Trust. Lucu kan?

Sayang, kami tidak bisa berlama-lama di sana. Sebab, undangan makan malam sudah menanti, sementara jarak yang harus ditempuh cukup jauh, sekitar satu jam kalau tidak terjebak kemacetan lalu lintas Bangkok. Duh!!

So, kalau ke Bangkok, jangan lupa mampir ke tempat yang satu ini, menyantap makanan, menikmati aneka kondom, sekaligus beramal....

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau