JAKARTA,SELASA - Rupiah Selasa (16/6) sore menguat sehingga di bawah level Rp 9.300 per dollar AS, karena aktifnya Bank Indonesia (BI) bermain di pasar melakukan intervensi pasar. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada dikisaran Rp9.295/9.298 per dollar AS. "Intervensi BI ke pasar dinilai cukup efektif, sehingga rupiah terus menguat," kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova, seperti dikutip Antara di Jakarta.
Menurut dia, BI menginginkan rupiah berada di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS, karena mata uang lokal itu apabila berada dibawah angka itu dinilai cukup aman. .
Ia mengatakan, menguat rupiah didukung setelah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan suku bunganya dari 8,25 persen menjadi 8,50 persen. "Kenaikan suku bunga LPS itu merupakan faktor utama yang memicu rupiah naik yang didukung oleh membaiknya bursa saham regional," ujarnya.
Kenaikan bunga LPS yang dipicu oleh naik suku bunga acuan (BI Rate) diperkirakan akan mendorong investor asing aktif menempatkan dananya di pasar domestik. "Sejumlah investor dari kawasan Timur Tengah juga telah melakukan berbagai investasi terutama di sektor perbankan," katanya.
Selain itu, 28 analis perbankan dan fund manager dari Australia melakukan road show Ke Indonesia untuk menjajaki lebih jauh investasi, setelah membuat bank patungan dengan Panin Bank. "Kami optimis pertumbuhan ekonomi nasional akan tumbuh dengan cepat, melihat tingginya minat investor asing menempatkan dananya di dalam negeri," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang