SLAWI, SELASA - Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri menyerukan masyarakat Jawa Tengah untuk memanfaatkan hak pilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang akan berlangsung pada tanggal 22 Juni mendatang.
Megawati berharap agar kasus golput seperti terjadi dalam pilkada di Sumatera Utara dan Jawa Barat, tidak terulang di Jawa Tengah. Seruan itu disampaikan dalam kampanye pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih di lapangan Trisanja, Kabupaten Tegal, Selasa (17/6).
Menurut Megawati, memilih pemimpin secara langsung merupakan hak sebagai warga negara. Kalau ada pihak yang menganjurkan untuk tidak menggunakan hak pilih atau golput, itu merupakan anjuran yang salah. Pasalnya, rakyat telah dengan susah payah meminta pemilihan umum dilaksanakan secara langsung.
Apabila masyarakat tidak bersedia menggunakan hak pilih secara langsung, suatu saat kesempatan itu dapat diambil. Masyarakat tidak lagi memiliki kesempatan memilih secara langsung, seperti terjadi selama 30 tahun pemerintahan orde baru. Saat itu, semuanya diserahkan kepada perwakilan.
Hal itu tentu tidak diinginkan. Oleh karena itu, Megawati mengajak masyarakat memanfaatkan hak pilih mereka. “Kalau tidak ingin hal itu terulang, maka berbondong-bondong lah menggunakan hak pilih, karena itu tugas sebagai warga negara,” ujar mantan Presiden RI tersebut.
Dalam pilkada di Sumut dan Jabar tersebut, pemilih yang ikut hanya sedikit. Hal itu terjadi karena masyarakat tidak mau peduli pada kehidupan berbangsa dan bernegara.
Beberapa saat sebelumnya, pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih juga mengajak masyarakat untuk tidak golput. Mereka berharap agar masyarakat datang ke TPS dan memanfaatkan hal pilihnya dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur tanggal 22 Juni mendatang.
Kampanye pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih didahului dengan acara jalan santai yang diikuti oleh masyarakat. Jalan santai memperebutkan hadiah utama berupa rumah tipe 36, yang dimenangkan oleh Sahuri (62), warga Desa Kudaile, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.
Kampanye tersebut juga dihadiri oleh Bupati Tegal, Agus Riyanto dan Bupati Brebes, Indra Kusuma. Dalam kesempatan itu, Agus Riyanto ikut menyanyikan beberapa lagu.
Ketua Panwas Kabupaten Tegal, Saepudin mengatakan, panwas akan melakukan pleno, terkait kehadiran Bupati Tegal dalam kampanye tersebut. Meskipun demikian, sesuai ketentuan pasal 79 Undang-undang Nomor 32 tahun 2004, pejabat struktural dan fungsional dalam jabatan negeri dilarang terlibat dalam kampanye.
Ketua Panwas Kabupaten Brebes, Akhmad Hanfan mengatakan, kapasitas Indra Kusuma dalam acara itu sebagai Ketua Tim Kampanye Kabupaten Brebes. Ia sudah mengajukan izin, sehingga tidak melanggar aturan.
Cagub Partai Golkar Bambang Sadono, Selasa, berdialog dengan para petani garam di Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Ia berjanji memerhatikan nasib para petani garam dengan merintis “Bulog” garam.
Bambang mengatakan selama ini pemerintah kurang memerhatikan petani garam. Mereka mengeluhkan ketidakstabilan harga garam, impor garam, dan penimbunan garam oleh sejumlah pemilik pabrik dan gudang garam di Rembang.
“Sudah saatnya pemerintah memerhatikan petani garam dengan menjaga stabilitas harga garam. Selain itu, pemerintah perlu merintis ‘Bulog’ garam, sehingga pembelian garam terjamin dan penimbunan-penimbunan garam terhindarkan,” kata dia.
Hal itu, lanjut Bambang, merupakan salah satu terobosan dan strategi mengurangi pengangguran di Jateng. Saat ini, banyak orang enggan menjadi petani, khususnya petani garam, lantaran ketidakstabilan harga dan pemasaran. Padahal garam merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
Bambang didampingi artis sekaligus politikus Nurul Arifin datang ke Rembang menggunakan helikopter. Mereka mendarat di Stadion Kridosono Rembang lantas melanjutkan perjalanan ke Desa Tasikharjo menggunakan mobil.
Wakil Bupati Rembang Yaqut Cholil Qoumas dalam kapasitasnya sebagai anggota NU Rembang menjadi tamu undangan. Ia sekadar mengikuti acara dialog itu tanpa memberi orasi.
Bambang juga tidak sekadar berdialog di dalam tenda. Ia turun ke tambak menemui sejumlah petani garam dan bertanya tentang persoalan mereka.
Dalam temu cagub dan petani garam itu, Nurul Arifin meminta agar para calon gubernur Jateng turut memerhatikan kaum perempuan. Mereka tidak boleh terlalu asyik terlibat dalam kegiatan politik sehingga melalaikan kaum perempuan. “Bukan hanya cagub perempuan yang memedulikan dan memperjuangkan nasib perempuan. Cagub dan wagub dari Partai Golkar pun turut memerhatikan,” kata dia.
Menurut Nurul, pendidikan anak mulai dari kaum ibu. Untuk itu, pendidikan kaum ibu, terutama yang berada di perdesaan, harus diperhatikan.
Ia juga berpesan pada para saksi Partai Golkar agar jangan takut dengan intimidasi dan teror. Mereka harus mengedepankan dan memperjuangkan kebenaran.
Relatif sepinya sambutan masyarakat terhadap kampanye pemilihan gubernur Jawa Tengah 2008 ini memaksa para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mengemas acara kampanye secara simpatik agar tetap diminati massa. Hal ini seperti dilakukan pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera, Sukawi Sutarip-Sudharto saat kampanye di Purbalingga, Selasa.
Guna menarik perhatian massa, tim kampanye duet Sukawi-Sudharto menggelar acara jalan sehat dan pembagian doorprize, sebelum orasi politik disampaikan. Cara tersebut lumayan berhasil dengan berbondong-bondongnya ribuan warga Purbalingga dan sekitarnya dalam kampanye yang dipusatkan di lapangan Padamara itu.
Jalan sehat dimulai sekitar pukul 08.30 mengelilingi kota Purbalingga sebelum balik kembali ke lokasi kampanye sekitar pukul 10.00. Sukawi-Sudharto, yang hadir sejak pukul 09.00 tidak dapat menemui massa kampanye dalam jumlah besar saat tiba di lapangan karena massa masih di perjalanan. Sekitar pukul 10.00, pasangan tersebut meninggalkan tempat saat konsentrasi massa belum mencapai puncaknya.
Saat orasi tim kampanye dilakukan, tak banyak sambutan dari massa. Mereka lebih tertarik menunggu pengundian doorprize dilakukan. “Ayo diundi, ayo diundi,” teriak salah seorang pengunjung kampanye. Memasuki pukul 11.00, cuaca semakin panas. Sedikit demi sedikit massa pergi sementara orasi politik dari tim kampanye masih menggema.
Separo massa tetap bertahan sambil memegang kupon undian. Mereka deg-degan menunggu undian doorprize yang hadiahnya antara lain televisi, sepeda motor, sepeda pancal, VCD player, handphone, dan dispenser itu.
Ketua Tim Sukses Pasangan Sukawi-Sudharto wilayah Purbalingga, Nurochim Yudadiharjo, mengatakan, apapun yang terjadi dalam kampanye pilgub di Purbalingga kali ini, dia tetap yakin pasangannya akan merebut 35 persen suara di Purbalingga. Suara sebanyak itu akan datang dari suara basis partai pendukung pasangan tersebut, yakni Partai Demokrat, PKS, Partai Kebankitan Nasional Ulama, dan Partai Demorkrasi Pembaruan.
“Basis pendukung kami solid. Ditambah lagi dukungan dari anggota-anggota PGRI Purbalingga. Mengenai Isu-isu miring terkait Pak Sukawi, masyarakat sudah tahu bahwa itu tidak ada masalah,” ujar Nurochim. (WIE/HEN/HAN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang