JAKARTA, SELASA - Keheranan melanda sejumlah dealer kendaraan yang tengah mengikuti pameran di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2008. Asumsi bahwa kenaikan harga BBM yang berimbas pada naiknya harga kendaraan yang membuat masyarakat lebih memilih membeli dengan cara kredit dibandingkan tunai (cash), tak terbukti.
Setidaknya dua produsen besar kendaraan bermotor, Yamaha dan Suzuki, yang ditemui Kompas.com, Senin (16/6) lalu di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengatakan hal tersebut. Staf sales Suzuki, Arief, tak bisa menutupi keheranannya saat bercerita bahwa para konsumen yang membeli mobil Suzuki kebanyakan justru membayar tunai. Padahal, harga mobil naik Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per 1 Juni lalu.
"Kenapa ya sekarang banyak yang ambil (beli) cash dibanding kredit? Apa sekarang yang punya duit aja kali yang beli mobil? Ha-ha...Saya dan teman-teman heran juga lho," katanya.
Pada ajang PRJ kali ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, Suzuki menyediakan fasilitas kredit bagi konsumen mereka. Dengan tenor waktu pelunasan bervariasi, mulai 1 tahun hingga 4 tahun. "Kita genjot DP murah dan kasih hadiah langsung yang diundi. Tapi tetep aja banyak yang milih cash, lagi pada banyak duit kali," ujarnya lagi sambil tersenyum.
Andi Setiawan, Area Marketing Jakarta Yamaha, juga mengatakan hal yang sama. Selama 4 hari berlangsungnya PRJ, telah terjual hampir 300 unit motor. Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persen pembeli telah membayar lunas motor yang mereka beli. "Itulah yang membuat saya bingung. Tahun ini konsumen pada kaya-kaya, banyak yang beli cash. Sekitar 60 persen lebih deh," kata Andi.
Sementara itu, para pembeli motor Kymco cukup berimbang antara yang membeli secara tunai dan kredit. "Di sini (Kymco) fifty-fifty antara yang cash dan kredit. Kalo customer yang mendadak beli biasanya cash. Tapi kalo yang biasa leasing, ya mereka kredit. Apalagi, masa sulit seperti ini mungkin tidak terlalu memberatkan kalau pembayarannya dengan sistem kredit," ujar Branch Manager Kymco Depok Andi Agus M.
Mana yang lebih menguntungkan bagi dealer? Arief mengatakan, bagi mereka sama saja. "Karena fasilitas kredit itu diberikan untuk memberikan alternatif saja untuk konsumen, yang mungkin tabungannya belum cukup untuk beli tunai," katanya.
Bagaimana dengan Anda? Pilih cash atau kredit?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang