Weleh.. Cagub Dilaporkan Memerkosa PRT

Kompas.com - 18/06/2008, 11:51 WIB

Laporan wartawan Kompas Helena F Nababan

BANDAR LAMPUNG, RABU- Salah satu calon gubernur Lampung yang juga mantan bupati dilaporkan memerkosa pembantu rumah tangganya, KD (19). Laporan kasus pemerkosaan itu diterima petuga piket siaga Reserse Kriminal Kepolisian Kota Besar Bandar Lampung,  Selasa (17/6) pukul 21.00.

Sampai Rabu pagi ini belum diperoleh keterangan jelas mengenai isi laporan tersebut. Namun, berdasarkan keterangan yang berhasil dikumpulkan dari sumber di Poltabes Bandar Lampung, KD melaporkan ia diperkosa dua kali pada akhir Desember 2007 dan pertengahan Februari 2008. Pemerkosaan terjadi dua kali di rumah sang mantan bupati di Jalan Ridwan Rais, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Selain diperkosa, korban juga melaporkan dianiaya oleh istri dan anak pelaku. Korban disekap dan diintimidasi, namun akhirnya bisa melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Poltabes Bandar Lampung.

Kepala Poltabes Bandar Lampung Komisaris Besar Syauqie Ahmad yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui laporan tersebut karena dirinya sudah meninggalkan Poltabes pukul 20.00. "Saya tidak mengetahui adanya laporan tersebut. Kalaupun ada nanti akan saya sampaikan kepada teman-teman wartawan," ujarnya melalui telepon genggam.

Sementara itu, Wakil Kepala Poltabes Bandar Lampung Ajun Komisaris Besar Suyono pada acara coffe morning jajaran Pemprov Lampung di Hotel Marcopolo, Rabu (18/6) pukul 09.00, menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan pemerkosaan oleh mantan bupati yang kini tengah mencalonkan diri sebagi calon gubernur Lampung dalam Pemilihan Gubernur 3 September 2008 nanti.

Polisi, menurut Suyono, akan mengembangkan melalui penyelidikan bukti-bukti. Namun demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap tidak terprovokasi dengan kasus tersebut. Bisa jadi laporan tersebut merupakan upaya untuk mengacaukan situasi politik menjelang pilgub.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau