Mega Janjikan Kabinet Orang Muda

Kompas.com - 18/06/2008, 12:22 WIB

SEMARANG, RABU-  Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga mencalonkan diri sebagai presiden RI periode 2009-2014, Megawati Soekarnoputri, berjanji akan menggandeng kalangan muda untuk duduk di kabinetnya jika nantinya dia terpilih sebagai Presiden RI.

"Orang-orang muda energik dan punya peluang ke depan mendapat kans (peluang) lebih besar untuk bersama-sama Mbak Mega (Megawati Soekarnoputri) memimpin bangsa ini ke depan," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Pramono Anung kepada pers di Semarang, Rabu (18/6), sebelum mendampingi Megawati pada kampanye putaran terakhir untuk pasangan calon gubernur/wakil gubernur Bibit Waluyo-Rustriningsih yang diusung PDI-P pada Pilkada Provinsi Jateng.

Rekrutmen orang-orang muda energik, menurut Pramono, berlaku pula bagi calon anggota legislatif PDI-P yang Daftar Calon Sementara-nya segera diumumkan pada Juli 2008. "DCS (daftar calon sementara ) segera kami sosialisasikan ke publik, dan 60 persen nama-nama yang ada di sana adalah "darah-darah" muda yang masih fresh, dari Merauke hingga Sabang dan dari Manado hingga Kupang," katanya.

Meski demikian, Pramono mengakui bahwa nama-nama tersebut belum permanen karena masih akan menunggu hasil jajak pendapat yang akan dilakukan PDI-P, lalu dipertimbangkan lagi untuk diganti atau ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau