SEMARANG, RABU - Untuk mendorong investasi, Provinsi Jawa Tengah akan membentuk Central Java Invest (CJI). Lembaga tersebut akan fokus untuk mempromosikan potensi bisnis di Jateng sehingga bisa menarik investor untuk menanamkan modalnya.
Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Jateng Agus Suryono mengatakan, selama ini Jateng kurang agresif dalam mempromosikan potensi yang ada. Akibatnya, belum banyak investor yang melirik Jateng.
Padahal Jateng punya banyak potensi, namun promosinya masih kalah jika dibandingkan dengan Ma laysia dan Singapura yang sangat agresif, kata Agus, dalam acara penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jateng, International Finance Corporation (IFC) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng di bidang investasi, Rabu (18/6) di Kota Semarang.
Kesepakatan dengan IFC ini akan berlaku dalam jangka waktu tiga tahun. Dari kesepakatan ini, diharapkan agar investasi di Jateng bisa tumbuh secara signifikan.
Di negara lain, kata Agus, kegiatan promosi bisa lebih aktif karena memiliki Investmen Promotion Agency (IPA) yang khusus menangani persoalan tersebut. Karena itu, Jateng juga akan membentuk CJI yang fungsinya mirip dengan IPA.
Agus menambahkan, pembentukan CJI merupakan salah satu program jangka pendek yang masuk dalam kesepakatan dengan IFC. Rencananya, CJI akan mulai bekerja Agustus mendatang.
Program Manager Business Enabling Environtment IFC Hans C Shrader mengatakan, IFC akan memfasilitasi pembentukan CJI dengan mengadakan pelatihan mengenai metode pemasaran daerah yang tepat, cara me masarkan potensi daerah agar lebih menarik, serta cara menarik investasi. Kami akan membagi pengalaman kami dalam menumbuhkan investasi di berbagai daerah, ujarnya.
Ia menambahkan, IFC memilih bekerjasama dengan Jateng karena melihat komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sebagian besar kabupaten/kota kini sangat mengutamakan pelayanan publik, serta berupaya mempermudah proses perijinan bagi investor.
Menurut dia, reformasi di bidang regulasi m erupakan salah satu kunci untuk menarik investasi. Si stem one stop service adalah contoh yang baik untuk manarik i nvestasi, katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang