Dorong Investasi, Central Java Invest Dibentuk

Kompas.com - 18/06/2008, 17:53 WIB

SEMARANG, RABU - Untuk mendorong investasi, Provinsi Jawa Tengah akan membentuk Central Java Invest (CJI). Lembaga tersebut akan fokus untuk mempromosikan potensi bisnis di Jateng sehingga bisa menarik investor untuk menanamkan modalnya.

Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Jateng Agus Suryono mengatakan, selama ini Jateng kurang agresif dalam mempromosikan potensi yang ada. Akibatnya, belum banyak investor yang melirik Jateng.

Padahal Jateng punya banyak potensi, namun promosinya masih kalah jika dibandingkan dengan Ma laysia dan Singapura yang sangat agresif, kata Agus, dalam acara penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jateng, International Finance Corporation (IFC) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng di bidang investasi, Rabu (18/6) di Kota Semarang.

Kesepakatan dengan IFC ini akan berlaku dalam jangka waktu tiga tahun. Dari kesepakatan ini, diharapkan agar investasi di Jateng bisa tumbuh secara signifikan.

Di negara lain, kata Agus, kegiatan promosi bisa lebih aktif karena memiliki Investmen Promotion Agency (IPA) yang khusus menangani persoalan tersebut. Karena itu, Jateng juga akan membentuk CJI yang fungsinya mirip dengan IPA.

Agus menambahkan, pembentukan CJI merupakan salah satu program jangka pendek yang masuk dalam kesepakatan dengan IFC. Rencananya, CJI akan mulai bekerja Agustus mendatang.

Program Manager Business Enabling Environtment IFC Hans C Shrader mengatakan, IFC akan memfasilitasi pembentukan CJI dengan mengadakan pelatihan mengenai metode pemasaran daerah yang tepat, cara me masarkan potensi daerah agar lebih menarik, serta cara menarik investasi. Kami akan membagi pengalaman kami dalam menumbuhkan investasi di berbagai daerah, ujarnya.

Ia menambahkan, IFC memilih bekerjasama dengan Jateng karena melihat komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sebagian besar kabupaten/kota kini sangat mengutamakan pelayanan publik, serta berupaya mempermudah proses perijinan bagi investor.

Menurut dia, reformasi di bidang regulasi m erupakan salah satu kunci untuk menarik investasi. Si stem one stop service adalah contoh yang baik untuk manarik i nvestasi, katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau