Rupiah Bertahan di Bawah 9.300

Kompas.com - 18/06/2008, 18:09 WIB

JAKARTA,RABU - Rupiah Rabu (18/6) sore berada pada kisaran Rp 9.280/9.285 per dollar AS. Bank Indonesia (BI) menilai pergerakan rupiah saat ini masih dalam taraf wajar. "Kalau memang melemah itu lebih banyak karena faktor eksternal yang belum menentu tapi masih wajar karena ada ketidakpastian di pasar global," kata Deputi Gubernur BI, Hartadi A. Sarwono seperti dikutip Antara di Gedung DPR Jakarta, Rabu (18/6).

Menurut dia, pasar uang di Indonesia ruang lingkupnya kecil dibanding pasar internasional sehingga jika ada goncangan sedikit saja akan langsung bereaksi. Kemungkinan melemahnya nilai tukar rupiah, menurut Hartadi, juga karena adanya permintaan valas yang cukup besar dari Pertamina dan PLN untuk membeli minyak. "Namun kami dari waktu ke waktu akan masuk ke pasar agar pasar confident (percaya). Tapi yang jelas nilai tukar rupiah bukan karena outflow demand (permintaan keluar) tapi karena genuine demand (permintaan murni)," katanya.

Sementara itu mengenai yield (imbal hasil) obligasi negara yang  meningkat, Hartadi mengatakan, investor akan menghitung berdasar inflasi. "Kalau inflasi tinggi maka mereka minta yield yang tinggi tapi kita kan sudah prediksi sekitar 11,5 sampai 12,5 persen tahun ini lalu turun tahun depan, memang begitu siklusnya," katanya.

BI memperkirakan inflasi 2009 sekitar 6,5 sampai 7,5 persen. "Kalau investor percaya dengan itu maka yield yang diminta tak akan tinggi, dan tidak akan mengira-ngira berapa," katanya.

Menurut dia, menjadi tugas BI dan pemerintah untuk mengupayakan supaya target inflasi kredibel. "Selain itu pemerintah juga harus menjamin agar suplai dan distribusi barang terjaga sehingga target inflasi kredibel," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau