KOLOMBO, RABU - Tujuh prajurit dan 25 pemberontak Tamil tewas dalam bentrokan-bentrokan dan serangan mortir di Sri Lanka utara, kata seorang jurubicara militer, Rabu.
Pertempuran Selasa dan Rabu itu terjadi di distrik Mannar, Sri Lanka baratlaut, di Vavuniya dan Jaffna di wilayah utara, dan di Welioya di timurlaut, kata jurubicara itu. Semua daerah itu terletak di provinsi Northern, sekitar 250 kilometer sebelah utara Kolombo, ibukota Sri Lanka.
Bentrokan terus belrangsung di bagian utara negara itu, dimana pasukan pemerintah meningkatkan operasi mereka setelah militer berjanji merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak di sana sebelum akhir tahun ini.
Lebih dari 5.000 pemberontak, aparat keamanan dan warga sipil tewas sejak Desember 2005 dalam apa yang disebut-sebut sebagai tahap keempat dari konflik 25 tahun Sri Lanka. Empat upaya perundingan perdamaian telah gagal.
Upaya terakhir dilakukan oleh Norwegia, yag menengahi sebuah gencatan senjata pada Februari 2002. Namun setelah kedua pihak melanjutkan pertempuran, pemerintah menarik diri dari gencatan senjata itu pada Januari tahun ini.
Sejumlah analis mengatakan, militer berada di atas angin dalam tahap terakhir perang saudara seperempat abad itu karena mereka unggul dalam kekuatan udara dan jumlah pasukan. Namun, para analis masih belum melihat pemenang yang jelas dalam perang tersebut.
Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) berperang untuk mendirikan sebuah negara merdeka bagi minoritas Tamil di Sri Lanka timurlaut.Pasukan pemerintah meningkatkan serangan terhadap pemberontak separatis tersebut setelah mereka pada Januari membatalkan gencatan senjata yang ditengahi Norwegia.
Lebih dari 70.000 orang tewas dalam konflik separatis panjang di Sri Lanka itu sejak 1972. Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.
Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18 persen dari penduduk Sri Lanka yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi utara dan timur yang dikuasai pemberontak.