7 Prajurit dan 25 Pemberontak Tamil Tewas di Sri Lanka Utara

Kompas.com - 19/06/2008, 02:42 WIB

KOLOMBO, RABU - Tujuh prajurit dan 25 pemberontak Tamil tewas dalam bentrokan-bentrokan dan serangan mortir di Sri Lanka utara, kata seorang jurubicara militer, Rabu.
       
Pertempuran Selasa dan Rabu itu terjadi di distrik Mannar, Sri Lanka baratlaut, di Vavuniya dan Jaffna di wilayah utara, dan di Welioya di timurlaut, kata jurubicara itu. Semua daerah itu terletak di provinsi Northern, sekitar 250 kilometer sebelah utara Kolombo, ibukota Sri Lanka.

Bentrokan terus belrangsung di bagian utara negara itu, dimana pasukan pemerintah meningkatkan operasi mereka setelah militer berjanji merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak di sana sebelum akhir tahun ini.

Lebih dari 5.000 pemberontak, aparat keamanan dan warga sipil tewas sejak Desember 2005 dalam apa yang disebut-sebut sebagai tahap keempat dari konflik 25 tahun Sri Lanka. Empat upaya perundingan perdamaian telah gagal.

Upaya terakhir dilakukan oleh Norwegia, yag menengahi sebuah gencatan senjata pada Februari 2002. Namun setelah kedua pihak melanjutkan pertempuran, pemerintah menarik diri dari gencatan senjata itu pada Januari tahun ini.
       
Sejumlah analis mengatakan, militer berada di atas angin dalam tahap terakhir perang saudara seperempat abad itu karena mereka unggul dalam kekuatan udara dan jumlah pasukan. Namun, para analis masih belum melihat pemenang yang jelas dalam perang tersebut.

Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) berperang untuk mendirikan sebuah negara merdeka bagi minoritas Tamil di Sri Lanka timurlaut.Pasukan pemerintah meningkatkan serangan terhadap pemberontak separatis tersebut setelah mereka pada Januari membatalkan gencatan senjata yang ditengahi Norwegia.

Lebih dari 70.000 orang tewas dalam konflik separatis panjang di Sri Lanka itu sejak 1972. Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.
      
Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18 persen dari penduduk Sri Lanka yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi utara dan timur yang dikuasai pemberontak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau