JAKARTA,KAMIS - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antar bank sesi Kamis (19/6) pagi masih di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS, meski pagi ini melemah, karena pelaku pasar melakukan aksi lepas untuk mencari untung. "Koreksi terhadap rupiah relatif kecil sehingga posisinya masih di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS, akibat masuknya dana asing ke pasar domestik," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib seperti dikutip Antara.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah menjadi Rp 9.282/9.288 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.276/9.385 per dollar atau turun enam poin.
Rupiah yang mampu menembus angka Rp 9.300 per dollar AS itu, akibat penjualan obligasi di luar negeri yang disambut masyarakat luar. "Namun kenaikan rupiah itu dikhawatirkan tidak akan bertahan lebih lama, apabila rencana Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga AS terjadi," katanya.
The Fed diperkirakan dalam waktu dekat akan menaikkan suku bunga Fedfund sebesar 25 basis poin pada Agustus mendatang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin melemah. "Meski demikian rupiah diperkirakan akan bisa mencapai angka Rp 9.250 per dollar AS, dan kemungkinan sulit untuk bisa mendekati angka Rp 9.000 per dollar AS," katanya.
Ia mengatakan, rupiah juga mendapat tekanan dari melemahnya bursa regional seperti indeks Nikkei, Jepang yang turun tajam 2 persen menjadi 1.387,24 poin, akibat menguatnya yen terhadap dollar AS. Dollar AS terhadap yen turun 0,2 persen menjadi 107,65 yen dan euro melemah 0,2 persen menjadi 1,5565 dollar AS.
"Kami optimis tekanan pasar yang tidak besar akan mendorong rupiah kembali menguat, karena sentimen positif pasar masih muncul terutama dengan penjualan obligasi, akibat masuknya dollar AS ke pasar domestik," katanya.