Sapu Lidi untuk Jamwas

Kompas.com - 20/06/2008, 11:46 WIB

JAKARTA,JUMAT - Pergerakan Kaum Muda Indonesia Untuk Pembersihan Kejagung yang menggelar aksi singkat selama kurang lebih setengah jam di depan Gedung Utama Kejaksaan Agung ternyata bertujuan untuk menyerahkan sebuah sapu lidi untuk Jamwas.

Sapu lidi ini secara simbolik dimaksudkan untuk menjadi semangat Jamwas menyelenggarakan pemeriksaan terhadap beberapa Jaksa Agung Muda yang disebut-sebut terlibat dalam kasus suap Jaksa Urip Tri Gunawan.

Peserta aksi juga membawa poster-poster dan menyanyikan lagu 'Ketauan' yang dipopulerkan oleh grup musik Matta Band namun diganti liriknya.

Demikian lirik yang dinyanyikan:

  • Dulu kau bersumpah tak akan bisa disuap/
  • Tetapi ternyata dirimu bermain dengan koruptor/
  • Saatku melihatmu kau sedang main mata/
  • Dengan Pengemplang BLBI/
  • Wo'oo, kamu ketauan/
  • telpon-telponan/
  • Dengan si Ayin/
  • teman baikmu/
  • Wo'oo, tapi tak mengapa/
  • aku tak heran/
  • Karna dirimu/
  • juga koruptor

Poster-poster yang mereka bawa juga bernada menyindir, di antaranya bertuliskan: "Biro Jasa Kejagung: Melayani Perkara Korupsi, BLBI, ilegal logging, ilegal fishing, dll" ; "'Kring, kring, ini Ayin nih Bang. Temenin kite donk di sel";  "Hendarman Mundur? Ya iya lah, masa ya iya dong, apalagi ya iya sich!"; "Hendarman kapan mundurnya? Ntar kabar-kabarin ya. Ditunggu loh!".

Aksi kreatif dan berlangsung damai ini kemudian diakhiri dengan pengumpulan sampah-sampah kertas yang mereka bawa tadi yang tersebar di luar pagar halaman Kejagung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau