Pakar statistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Kresnayana menuturkan, banyak potensi pendapatan hilang akibat semburan itu. Investasi batal masuk, pesanan terlambat bahkan batal dikirimkan. "Data menunjukkan Jatim rugi Rp 170 triliun setahun atau Rp 500 miliar per hari. Jumlah itu setara 34 kali APBD Jatim," ujarnya di Surabaya, Jumat (20/6).
Kerugian itu akan terus berlangsung selama tidak ada perbaikan di Jatim. Perbaikan paling mendesak adalah penyediaan jaringan jalan baru. "Rencana pemindahan tol harus segera direalisasikan. Biayanya jauh lebih murah daripada untuk kerugian yang ditanggung," ujarnya.
Pembangunan jalan alternatif membutuhkan maksimal Rp 1 triliun. Pasalnya, jalan itu bisa menyambung ke beberapa jalan yang telah ada. "Biaya pembangunan itu tidak sampai dengan kerugian seminggu," ujarnya.