Australia Bangsa Paling Gemuk

Kompas.com - 20/06/2008, 16:34 WIB

AUSTRALIA kini menyandang gelar sebagai bangsa paling gemuk dengan populasi warga bertubuh tambun tertinggi mengalahkan Amerika Serikat. Sebuah laporan menyebutkan, sekitar 26 persen orang dewasa di negara itu kini mengalami kelebihan berat badan yang mencolok atau obesitas.
     
Dalam laporan bertajuk "Australia's Future Fat Bomb, " yang dikeluarkan Baker Heart and Diabetes Institute di Melbourne  mengungkapkan, sekitar 4 juta warga Australia pada kelompok usia dewasa kini dikategorikan sebagai kelompok obesitas.

Adanya fakta ilmiah tersebut, menurut Professor Simon Stewart, Direktur Lembaga Pencegahan Penyakit Jantung dapat diartikan bangsa Australia sebagai bangsa paling obes/gemuk mengambil alih posisi Amerika Serikat yang rata-rata obesitasnya mencapai 25 persen. 

"Hal itu menjadikan Australia juara 'kelas berat' yaitu kedudukan atau julukan yang tak kita inginkan. Kalau kita ikut dalam  Olimpiade kegemukan, kita akan meraih medali emas sebagai atlet paling gemuk di dunia saat ini ," papar Stewart.

Menurut laporan sekitar 1,5 juta warga Australia pada usia paruh baya saat ini berbobot lebih dari rata-rata normal, satu angka yang akan membawa hasil akan adanya tambahan 700 ribu orang yang ditangani atas kasus penyakit yang berkaitan dengan gangguan jantung untuk masa 20 tahun mendatang.

Disebutkan bahwa 70 persen pria dan 60 persen wanita berusia  45 hingga 65 secara teknis dikategorikan obesitas. Secara total, 9 juta orang terlalu gemuk-- atau hampir setengah dari 21 juta populasi -- dan 123.000 berisiko mengalami kematian dini   dalam  20 tahun ke depan .

Sebagai akibatnya, pihak -pihak yang bergerak di bidang kedokteran harus bekerja keras  mencegah bertambah jumlahnya penderita gangguan jantung, Pemerintah Australia juga harus mengeluarkan biaya ekstra sebesar 3 milyar dolar Australia atau 2,85 milyar dolar AS dalam pengeluaran biaya kesehatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau