JAKARTA, JUMAT - Kematian Maftuh Fauzy mahasiswa Universitas Nasional (Unas) langsung direspon ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan menggelar aksi demo di depan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), tempat almarhum dirawat terakhir kalinya sebelum meninggal.
Mereka terus berorasi di depan RSPP sebagai bentuk solidarita aksi solidaritas kematian mahasiswa angkatan 2003 Akademi Bahasa Asing, Unas. Setelah melakukan aksi, mahasiswa menyerobot masuk ke RSPP. Beberapa mahasiswa yang beranjak masuk menuju tiang bendera yang berada di depan Gedung IGD RSPP. Mereka lalu menurunkan bendera menjadi setengah tiang sebagai ungkapan dukacita atas kematian Maftuh.
Mahasiswa kemudian meneruskan orasinya di dalam Rumah Sakit, tepatnya di sekitar Gedung IGD diselingi nyanyian-nyanian perjuangan dan lagu gugur bunga sebagai ungkapan berkabung.
Aksi mahasiswa tersebut dilakukan tanpa terlihat pengawalan yang ketat dari aparat kepolisianyang berseragam resmi. Beberapa aparat berpakaian preman berjaga-jaga di sekitar lokasi. Pengamanan terhadap mahasiswa ditangani petugas keamanan rumah sakit.
Sebelumnya, saat melakukan aksi di depan RSPP para mahasiswa mengancam melakukan pembalasan terhadap aparat kepolisian akibat kematian rekan mereka tersebut. "Utang Nyawa Dibayar Nyawa," teriak salah satu orator sebelum membubarkan mahasiswa.
Mahasiswa mengatakan mereka akan melakukan konsolidasi gerakan untuk memastikan langkah selanjutnya yang akan ditempuh pascakematian Maftuh Fauzy. Hingga pukul 17.50 WIB sebagian mahasiswa masih bertahan di dalam RSPP.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang