Bendera Setengah Tiang untuk Maftuh

Kompas.com - 20/06/2008, 18:05 WIB

JAKARTA, JUMAT - Kematian Maftuh Fauzy mahasiswa Universitas Nasional (Unas) langsung direspon ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan menggelar aksi demo di depan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), tempat almarhum dirawat terakhir kalinya sebelum meninggal.

Mereka terus berorasi di depan RSPP sebagai bentuk solidarita aksi solidaritas kematian mahasiswa angkatan 2003 Akademi Bahasa Asing, Unas. Setelah melakukan aksi, mahasiswa menyerobot masuk ke RSPP. Beberapa mahasiswa yang beranjak masuk menuju tiang bendera yang berada di depan Gedung IGD RSPP. Mereka lalu menurunkan bendera menjadi setengah tiang sebagai ungkapan dukacita atas kematian Maftuh.

Mahasiswa kemudian meneruskan orasinya di dalam Rumah Sakit, tepatnya di sekitar Gedung IGD diselingi nyanyian-nyanian perjuangan dan lagu gugur bunga sebagai ungkapan berkabung.

Aksi mahasiswa tersebut dilakukan tanpa terlihat pengawalan yang ketat dari aparat kepolisianyang berseragam resmi. Beberapa aparat berpakaian preman berjaga-jaga di sekitar lokasi. Pengamanan terhadap mahasiswa ditangani petugas keamanan rumah sakit.

Sebelumnya, saat melakukan aksi di depan RSPP para mahasiswa mengancam melakukan pembalasan terhadap aparat kepolisian akibat kematian rekan mereka tersebut. "Utang Nyawa Dibayar Nyawa," teriak salah satu orator sebelum membubarkan mahasiswa.

Mahasiswa mengatakan mereka akan melakukan konsolidasi gerakan untuk memastikan langkah selanjutnya yang akan ditempuh pascakematian Maftuh Fauzy. Hingga pukul 17.50 WIB sebagian mahasiswa masih bertahan di dalam  RSPP.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau