Mari, Belajar Sejarah Jakarta dari Perangko

Kompas.com - 22/06/2008, 11:23 WIB

JAKARTA, MINGGU - PT Pos Indonesia telah meluncurkan seri terakhir dari 3 seri perangko Jelang Jakarta 2008. Seri ketiga, diluncurkan tepat pada HUT DKI Jakarta ke 481 tahun, Minggu (22/6). Pada seri ketiga ini, menonjolkan tempat-tempat yang menjadi ikon Jakarta, dan layak dikunjungi. Apa yang bisa diketahui dari sebuah gambar di perangko?

Setidaknya, seri perangko Jelang Jakarta memberikan sekelumit gambaran mengenai metamorfosa kota yang menjadi ibukota negara ini.Seri pertama, disebut dengan seri Era Jayakarta, diluncurkan pada 20 Januari 2008. Seri pertama, seperti halnya dua seri berikutnya, terdiri dari 7 jenis gambar. Pada seri ini, menceritakan masuknya Portugis ke Jayakarta pada tahun 1527 M yang saat itu dikuasai oleh Fatahillah.

Berbagai prasasti yang menjelaskan sejarah awal Jakarta, dipilih menjadi gambar perangko. Gambar-gambar yang bisa ditemui di seri pertama ini yaitu, Bendera Singa Ali, Prasasti Tugu, Ara Dewa Vishnu, Prasasti Padrao, Peta Nusantara Zaman Portugis, Naskah Perjanjian Sunda Kelapa dan Kapal Bangsa Portugis.Seri kedua ada seri Era Batavia, yang mengisahkan masuknya kolonial Belanda ke Indonesia, pada tahun 1610 hingga tahun 1900-an.

Seri ini diluncurkan 29 Maret 2008. Gambar-gambarnya, gedung-gedung di Batavia tempo dulu dan penyerangan yang dilakukan oleh Sultan Agung, Penangkapan Pangeran Jayawikarta oleh Pasukan Banten, Gedung Keuangan, Istana Pemerintah Batavia, Penyerangan Batavia oleh Sultan Agung, Penyerahan Kekuasaan Indonesia dan Perubahan Batavia menjadi Jakarta.

Seri terakhir, adalah seri Jakarta masa kini. Yang ditonjolkan pada seri ini adalah tempat-tempat wisata yang dapat menjadi pilihan jika mengunjungi kota ini, macam Kantor Filateli Jakarta, Dunia Fantasi, Taman Mini Indonesia Indah, Wisata Seni Budaya dan Wisata Bahari.

Kepala Kantor Filateli Jakarta, Adnan mengatakan perangko-perangko tersebut bisa dibeli di kantor pos seluruh Indonesia, dan tentunya Kantor Filateli Jakarta. Selain menyambut HUT Jakarta, juga dalam rangka menjelang pelaksanaan pameran filateli Asia Pasifik di Jakarta pada 23-28 Oktober 2008 mendatang. "Harganya 85 ribu yang terdiri dari 3 set, kalau mau beli per set nya 75 ribu. Harus cepat, karena para filatelis pasti akan memburunya," ujar dia, saat dijumpai di Balaikota DKI Jakarta, Minggu (22/6).

Selain perangko, PT Pos Indonesia juga menerbitkan sampul seri perangko tersebut, yang terdiri dari 7 macam sampul. Harganya Rp75 ribu. "Nah, untuk sampul harus cepet-cepet, karena kita hanya menjual di Kantor Filateli Jakarta. Dicetaknya hanya 481 set, sesuai usia Jakarta, biasanya para kolektor akan memburu nomor seri yang istimewa," tambah Adnan.

Bagi yang tertarik bisa langsung memburunya di Kantor Filateli Jakarta, depan Pasar Baru, Jalan Pos nomor 2, Jakarta Pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau