Warga di Depan Rumah Gubernur Jateng Ditolak KPPS

Kompas.com - 22/06/2008, 12:55 WIB

SEMARANG, MINGGU - Pasangan suami-istri, Karsidi Budi Anggoro dan Nyonya Handri Lokawati, yang tempat tinggalnya berada di depan rumah Gubernur Jawa Tengah, Ali Mufiz, kehilangan hak pilihnya karena ditolak kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 22, Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang, Minggu (22/6).

Warga RT 06 Perumahan Ketileng Indah itu ditolak KPPS karena tidak bisa menunjukkan kartu pemilih dan formulir model C6-KWH meski dia bersama istrinya menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) setempat.

Nasib yang sama juga dialami oleh Baidhony, warga RT 01, RW 06, Kelurahan Sendangmulyo ketika akan mencoblos di TPS 16, kompleks Rumah Sakit Ketileng. Dia bersama istrinya yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah dari Partai Demokrat juga ditolak KPPS setempat.

Ketua KPPS Khusus, Sutrisno menegaskan, siapa pun yang tidak membawa kartu pemilih dan surat undangan untuk mencoblos (formulir model C6-KWH) tidak diizinkan untuk mencoblos. "Kami hanya menjalankan tugas sesuai ketentuan," katanya sambil memperlihatkan surat dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Fitriyah perihal Penggunaan Hak Pilih.

Surat dengan nomor 859/B-2/VI/08 ini ditujukan kepada ketua KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah pada tanggal 20 Juni 2008. Apabila kartu pemilih dan formulir model C6-KWK hilang atau tidak diterima, KPPS setempat tetap mengizinkan mereka menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan identitas diri untuk dicocokan dengan daftar pemilih tetap (DPT). Namun, lanjut dia, nama Baidhony dan istrinya tidak ada dalam DPT sehingga pihaknya terpaksa menolak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau