PDIP Siap Berkoalisi Jika Harus Hadapi Putaran Kedua

Kompas.com - 22/06/2008, 19:35 WIB

SALATIGA, MINGGU- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P siap berkoalisi dengan partai lain bila pasangan calon yang mereka usung harus kembali bertarung pada putaran kedua. PDI-P masih optimistis Bibit Waluyo-Rustriningsih bisa menang dalam satu putaran, meski partisipasi politik pemilih tidak terlalu tinggi.

Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Dewan Pimpinan Pusat PDI-P Puan Maharani, di sela-sela pantauan ke DPC PDI-P Kota Salatiga, Minggu (22/6) siang, mengaku masih optimistis pasangan yang diusung PDI-P bisa me rebut suara di atas 30 persen, sehingga pertarungan selesai dalam satu putaran.  

"Berdasarkan survei yang digelar, pasangan yang kami dukung bisa mendapat lebih dari 30 persen suara. Kalau harus bertarung dua putaran akan sangat menguras energi partai karena Juli sudah harus persiapan pemilihan legislatif," kata Puan.

Namun, bila harus menghadapi dua putaran, lanjutnya, partainya akan menyusun strategi baru seusai evaluasi lanjutan. Hal ini termasuk kemungkinan berkoalisi dengan partai lain untuk memena ngkan pasangan Bibit-Rustri. Hanya saja, Puan tidak menjelaskan lebih lanjut dengan partai mana PDI-P kemungkinan akan berkoalisi.

Menurut Puan, berdasar hasil pantauannya di sejumlah kota dan kabupaten, seperti Solo, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, da n Salatiga, antusiasme pemilih untuk memanfaatkan haknya tidak terlalu tinggi, tidak sampai 70 persen.

Hasil pantauan acak yang dilakukan Panitia Pengawas Pilgub Jateng Kabupaten Boyolali, bahkan menunjukkan jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya mencapai lebih dari 40 persen. Pantauan tersebut dilakukan secara acak di sekitar 60 tempat pemungutan suara yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Boyolali. Di salah satu tempat pemungutan suara di Desa Kedungpring, Kecamatan Kemusu, dari 480 pem ilih terdaftar, hanya 70 orang yang memanfaatkan hak pilihnya.

Secara terpisah, Ketua Panitia Pengawas Pi lgub Jateng Kabupaten Semarang Agoes Hasto Oetomo mengatakan, berdasarkan pemantauan sementara, jumlah pem ilih yang tidak menggunakan haknya mencapai sekitar 40 persen. Dia juga mengaku tidak tahu factor apa yang mendorong hal tersebut.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau