Artalyta Siap Diperiksa Kejagung

Kompas.com - 23/06/2008, 13:53 WIB

JAKARTA, SENIN - Terdakwa kasus dugaan suap terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan, Artalyta Suryani menyatakan bersedia memenuhi permintaan Kejaksaan Agung untuk memeriksa dirinya. Pekan lalu, Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan ijin dari pengadilan untuk memeriksa Artalyta.

Rencananya, pemeriksaan akan dilakukan Selasa (24/6) besok. Hal itu dilakukan, satu rangkaian dengan pemeriksaan yang dilakukan Bidang Pengawasan terhadap sejumlah pejabat tinggi Kejagung. Namun, Artalyta mengaku belum menerima surat pemeriksaannya. "Iya bersedia, tapi belum terima suratnya," jawab Artalyta singkat, usai persidangan di Tipikor, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/6).

Pengacara Artalyta, OC Kaligis juga menyampaikan hal yang sama. "Kalau surat dari pengadilan ada, kita bersedia. Tapi, sampai dengan saat ini, belum menerima (surat)," kata Kaligis.

Jika benar Artalyta dimintai keterangan oleh Kejaksaan Agung besok, Kaligis juga mengaku belum mendapat informasi dimana pemeriksaan akan dilakukan. "Belum tahu, di Mabes (Polri) atau di Kejaksaan Agung. Bagusnya di Kejagung, biar kita aja yang kesana," ujarnya.

Artalyta hingga saat ini menjalani penahanan di Rutan Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau