Terpidana Nigeria Diduga Dalangi Kerusuhan LP Nusakambangan

Kompas.com - 24/06/2008, 05:58 WIB

CILACAP, SELASA - Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Senin (23/6) siang sekitar pukul 14.30 WIB, diduga berkaitan dengan rencana eksekusi mati dua warga negara Nigeria dalam waktu dekat ini.

Informasi yang dikumpulkan dari beberapa petugas LP menyebutkan, dua warga negara Nigeria yang menjadi terpidana mati kasus narkoba, Samuel Iwachekew dan Hansen Anthony, yang akan diekseksui pekan ini menjadi dalang kerusuhan di LP Pasir Putih.

Saat itu Anthony yang berada di ruang registrasi menuju dapur LP, lalu mengambil minyak tanah dari tempat itu. Dia kemudian kembali lagi ke ruang registrasi dan menyiramkan minyak tanah di ruangan tersebut serta membakarnya hingga menjalar ke ruang pertemuan. Narapidana lainnya membantu Anthony.

Polres Cilacap yang mendapat laporan segera mengerahkan 200 personel. Polwil Banyumas dan Satuan Brimob Purwokerto juga segera mengirim bantuan 100 personel. Kapolres Cilacap AKBP Teguh Pristiwanto melalui Kasat Pengamanan Objek Vital Polres Cilacap AKP Elvis Umbu Tellu membenarkan kerusuhan tersebut. Namun, Tellu mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian lantaran polisi tidak berada di lokasi tersebut.

Menurut dia, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, tetapi polisi masih menempatkan satu peleton personelnya. "Situasi bisa dikendalikan saat ini. Masih ada satu peleton Brimob yang berjaga di sana," katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Departemen Hukum dan HAM Jawa Tengah Bambang Margono bersama Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Depkum HAM Jateng Bambang Winahyo yang tiba di Dermaga Wijayapura Cilacap sekitar pukul 00.00 langsung naik kapal Pengayoman II menuju Pulau Nusakambangan tanpa memberi pernyataan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau