Ditinggal Istri, WN Nigeria Gantung Diri

Kompas.com - 24/06/2008, 11:16 WIB

JAKARTA, SELASA - Nasozi Yoseph (29), pria asal Nigeria yang tinggal di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, ditemukan tewas tergantung di rumahnya di Blok LD RT 01 RW 17 Taman Kintamani, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (23/6) pagi. Pria berkulit hitam legam itu diduga bunuh diri.

Jenasah Nasozi ditemukan oleh pembantunya, Suwarni (39), sekitar pukul 09.00. Saat itu Suwarni hendak membersihkan lantai rumah yang dikontrak Nasozi. Ketika naik ke lantai dua, dia melihat majikannya itu tewas tergantung di langit-langit rumah dengan tambang plastik kuning. Matanya membelalak dan lidahnya menjulur keluar.

Suwarni langsung berteriak histeris meminta tolong. Tak lama kemudian, beberapa tetangga Nasozi pun berkumpul. Berdasarkan pemeriksaan petugas Polsektro Kalideres, kematian Nasozi murni karena bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh pria yang sudah tinggal di Indonesia bertahun-tahun itu.

Entah apa yang menyebabkan Nasozi sampai nekat mengakhiri hidupnya. Suwarni yang telah bekerja selama enam bulan di rumah itu mengaku tidak mengetahuinya. Namun, kuat dugaan Nasozi nekat mengakhiri hidupnya karena ditinggal istrinya yang berkebangsaan Indonesia. Menurut Suwarni, istri majikannya itu telah pergi meninggalkan rumah sejak beberapa hari lalu.

"Sudah beberapa hari ini nyonya pergi ke Manado," kata Suwarni yang terlihat shock. (Warta Kota/tos)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau