Takut Keputihan? Hindari Gula

Kompas.com - 24/06/2008, 14:10 WIB

Mitos makan nanas akan menyebabkan keputihan membuat buah yang tinggi kandungan vitamin C ini dihindari banyak perempuan. Buah lain yang juga disebut-sebut menyebabkan keputihan adalah mentimun dan pisang ambon, padahal mitos tersebut salah besar.

Keputihan, menurut dr Dwiana Ocviyanti, SpOG, sebagian besar disebabkan karena infeksi jamur (candidas), bakteri, dan parasit. "Keluarnya cairan atau lendir dari vagina dianggap tidak normal atau keputihan bila menimbulkan keluhan, seperti gatal dan berbau," kata dokter Ovi.

Munculnya jamur di organ intim bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya berat badan berlebih, lembab, serta kurang menjaga kebersihan organ reproduksi. "Jamur juga berkaitan erat dengan imunitas. Daya tahan tubuh rendah bisa menyebabkan keluarnya cairan keputihan secara berlebihan," papar dokter yang menjadi staf pengajar di Departemen Obgin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Tentu saja keputihan bisa dicegah. Yang terutama adalah menjaga kebersihan pribadi. Membasuh organ intim dengan cara benar, mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari, serta hindari menggunakan panty liner dalam waktu yang lama.

"Makanan yang mengandung gula tinggi juga sebaiknya dihindari karena bisa melemahkan daya tahan tubuh," ujar Ovi. Pada orang yang gelisah, stres, atau kecapekan, keputihan juga kerap muncul. "Bila daya tahan tubuh rendah, jamur bisa merajalela," katanya.

Mengenai pengobatannya, Ovi menyarankan agar tidak sembarangan mengobati sendiri. "Bila muncul keputihan, lebih baik periksakan ke dokter sebelum telanjur parah. Apalagi jamur tidak bisa sembuh sendiri, harus diobati," ujar Ovi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau