Klaim bbc sport

Donadoni Dipecat, Lippi Calon Pengganti

Kompas.com - 25/06/2008, 00:16 WIB

ROMA, SELASA - Kiprah Roberto Donadoni bersama tim nasional Italia sudah tamat. Menurut laporan BBC Sport, Selasa (24/6), mantan pelatih Livorno tersebut sudah dipecat karena dia dinilai gagal membawa Azzurri menembus minimal babak semifinal Piala Eropa 2008, setelah kalah adu penalti melawan Spanyol.

Memang belum ada konfirmasi resmi dari federasi sepakbola Italia (FIGC). Namun diyakini, keputusan tersebut sudah diambil dan sebentar lagi Marcello Lippi akan mengisi kekosongan kursi pelatih Azzurri.

Sebelum putaran final Piala Eropa 2008 dimulai, Donadoni sudah menandatangani perpanjangan kontrak selama dua tahun hingga 2010 nanti. Namun ada sebuah klausul di dalam kontrak tersebut yang mengatakan bahwa dia akan tetap dipecat bila Italia gagal menembus babak semifinal.

Meskipun demikian, Donadoni sempat menolak untuk lengser saat mereka kalah dalam drama adu penalti lawan Spanyol. Mantan pemain AC Milan tersebut menegaskan, dirinya akan mundur jika mendapat desakan.

"Meletakkan jabatan? Hal itu tak pernah ada di dalam otakku. Saya tak punya alasan untuk melakukan hal tersebut, karena kami hanya kalah lewat adu penalti. Kamu tak bisa mengatakan bekerja jika menang dan tak bekerja ketika kalah lewat adu penalti. Kami akan berbicara dan memutuskannya," ungkap Donadoni usai laga lawan Spanyol.

Namun Presiden FIGC, Giancarlo Abete, menegaskan bahwa mereka akan membuat sebuah keputusan dalam pekan ini.

"Dalam beberapa hari ke depan, kami akan mengevaluasi hasil yang telah diraih, dan kami kami akan membuat sebuah keputusan tentang ini. Kami terlebih dulu harus diskusi untuk melihat apa yang akan terjadi," jelas Abete.

Donadoni ditunjuk jadi pelatih setelah Lippi mundur dari jabatannya usai membawa Italia jadi juara Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Jerman. Namun selama bertugas, dia sering mendapatkan tekanan, baik dari media maupun publik.

Kini, Italia berusaha "merayu" lagi Lippi agar bersedia kembali menangani Azzurri yang akan mempersiapkan diri menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia 2010. FIGC berharap, pelatih berambut putih itu bisa mengangkat kembali prestasi negeri pizza tersebut. (GL/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau